Dipon Cyber, Ende – Gelombang pasang yang terjadi di Laut Sawu, menyebabkan terjadinya abrasi sepanjang 700 meter di pesisir Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, puluhan rumah warga dan sebuah sekolah dasar tertancam ambruk.

Terjangan gelombang meluluhlantakan tembok penahan ombak yang selama ini melindungi pemukiman warga, sehingga fondasi rumah warga tergerus air laut, dan hanyut, akibtanya kondisi rumah warga nampak tergantung tanpa fondasi. Selain pemukiman warga, sebuah sekolah dasar, SD Inpres Paupanda 2, tembok di belakang sekolah juga Ambruk. Rabu, 10 Juni 2020, sejumlah anggota dewan meninjau lokasi bencana dan berdialog dengan korban serta pemerintahan kecamatan Ende Selatan. Anggota DPRD Ende Chairul Anwar mengakui hasil pemantuan ke lokasi menunjukan terjangan abrasi merusak tembok penahan gelombang dan mengakibatkan puluhan rumah warga terancam ambruk

“Memang benar hasil peninjauan lapangan, terjadi abrasi yang merusak puluhan rumah warga dan sebuah sekolah, dan kami akan berkoordiansi dengan Pemerintah untuk secepatnya mengatasi persoalan tembok yang roboh.”

Chairul Anwar, Anggota DPRD Ende

Hadir juga saat meninjau lokasi sejumlah Anggota Komisi III DPRD Ende, dan mereka meminta Pemda untuk menggunakan Dana Tanggap Bencana untuk kembali membangun tembok penahan gelombang. (Embukele)

Tinggalkan Balasan