DiponCyber Ende, komoditi cengkeh merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam jenis rempah rempah, petani membudidayakan tanaman perkebunan ini, dikarenakan prospek dari hasil panen komoditi cengkeh cukup menyuport pendapatan petani cengkeh dari hasil panen yang dijual. sejalan dengan ini, jelas kesejahteraan para petani cengkeh tumbuh.  panen buah cengkeh biasanya dilakukan setahun sekali atau musiman, dari cara panen yang begitu sulit menggunakan cara manual, namun tidak menyulutkan semangat patani cengkeh untuk pasrah dengan keadaan tersebut.
Salah seorang Petani cengkeh , dikelurahan onelako kecamatan ndona Mikael Wedho ketika dikonfirmasi mengatakan, proses panen sulit dan menyedot biaya besar. ” kami petani, ketika tanaman perkebunan komoditi cengkeh masuk musim berbuah kami sudah mulai sibuk dengan berusaha menyiapkan peralatan manual untuk persiapan memanen buah cengkeh. proses itu kami jalani dengan menikmati saja, walaupun memang setengah mati dan sulit. selain itu kami juga memikirkan tenaga kerja untuk memetik buah cengkeh yang akan dipanen, jadi kami juga berpikir mengenai pembagian hasil dengan tenaga kerja atau buruh yang mau petik buah cengkeh. penawaran biasanya hasil bagi sama, konsumsi disiapkan agar pekerja mau sehingga saat panen tidak terlambat dan tepat waktu. jika masuk tahapan panen seperti begini memang sangat menguras waktu, tenaga dan, biaya. Jika harga komoditi cengkeh dimusim ini Rp. 40-an ribu, kami jelas mengeluh, sebab satu satunya harapan penghasilan kami hanya pada hasil pertanian yang seperti ini, belum lagi pembagian hasil dengan pekerja yang kami pake, jadi memang tidak mencukupi dengan kondisi harga yang seperti itu, tuturnya.

Mikael Wedho menambahkan  agar pemerintah terkait bisa memperhatikan juga kondisi harga komoditi cengkeh sekarang ini, kalau bisa harganya kembali membaik seperti dikisaran ratusan ribu rupiah, seperti pada musim musim yang sebelumnya.  jika harganya kembali pulih seperti sebelumnya tentu kami sangat merasa tercukupi dari hasil panen komoditi yang kami jual, tuturnya.

(AS)

Tinggalkan Balasan