DiponCyber-Ende. Pengembangan komoditi sektor pertanian menjanjikan karena sektor ini, menjadi salah satu sektor yang menyumbang dalam kegiatan ekspor dalam Negri , sektor pertanian tidak luput dari pantauan untuk menakar tingkat jumlah komoditi yang diekspor keluar negri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) salah satu sektor yang menyumbang untuk ekspor adalah pertanian. Berdasarkan data Iqfast ( Indonesia Quarantine Full Auto System ), komoditi kopi 46, 6 ton, komoditi kopra 775, 07 ton, komoditi kelapa bulat 476 ton, komoditi kelapa bungkil 10 ton, komoditi kakao 610 ton, komoditi mente 125 ton, komoditi porang 59 ton. data tersebut diperoleh dari lalulintas komoditi dari Ende menuju Pulau Jawa dan Sulawesi, pada periode januari-september tahun 2020.
Melalui program strategis kementrian pertanian untuk menggenjot produk ekspor dari komoditas, yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Kementan merilis sepuluh komoditas yang diekspor, tujuh komoditasnya ada di pulau Flores-Lembata diantaranya Kopi, Kelapa, Kakao, Mente Biji, Kopra dan, Kelapa.

Berdasarkan potensi tersebut, Konstan Kepala Karantina Pertanian Ende mengatakan, menyambut baik program Gratieks, membangun kerja sama dalam melihat potensi komoditi di Flores Lembata. ” Kita langsung turun ke lokasi, di desa desa yang memiliki komoditas pertanian unggulan lokal yang memiliki nilai potensi ekspor di pulau Flores. Kemudian kita berkoordinasi dengan pengusaha dan instansi setempat, ” tuturnya. pada Coffee morning penderasan informasi perkarantina di Kaki Lena Hils, Rabu (21/10).
Konstan menambahkan ada 11 desa di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Ende, Desa Ria Raja komoditas kakao, Desa Eko ae komoditas jambu mete. untuk Kabupaten Nagekeo ada 3 desa yaitu Desa Mbae Nua Muri komoditas kelapa, desa Kota Wuji Barat komoditas kakao, dan desa Jawapogo komoditas cengkeh. untuk Kabupaten Ngada, Desa Wawowae, Desa Sobo dan, Desa Were 1, komoditasnya kopi sedangkan Kabupaten Sikka terdapat 3 desa Gratieks yaitu Desa Nangahale komoditas kelapa, Desa Rubit komoditas cengkeh dan, Desa Nita komoditas kakao.
Program Gratieks ini merupakan upaya mendorong roda perekonomian dari sektor pertanian maupun peternakan. Dalam hal ini, pihak Karantina Kabupaten Ende akan turun langsung membangun koordinasi pada desa desa yang memiliki potensi komoditi unggulan yang bisa di ekspor, di tempat yang berbeda kepala badan karantina mengatakan bahwa mendukung program Gratieks. ” Barantan mendukung langkah strategis kementan untuk meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor dan menambah mitra dagang,” ujar Ali Jamil.
tambah konstan, selain melakukan koordinasi juga langsung mensosialisasikan komoditas ekspor. hal ini, merupakan suatu bentuk kerja sama dengan instansi terkait serta pengusaha dalam usaha pencapaian Gratieks. program Gratieks ini, merupakan salah satu program unggulan penyumbang nilai ekspor. (AS)

Tinggalkan Balasan