DiponCyber – Ende, Pelatihan kewirausahaan pembuatan meubeler bambu, di Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Selasa, 20 – 28/10/2020 diikuti oleh sejumlah peserta anak muda, dan dua fasilitator Kelurahan dalam mendampingi proses pelatihan meubeler bambu. Lurah Onelako Benediktus Sudi, mengatakan, Dalam pelatihan meubeler bambu sebenarnya dibutuhkan ketekunan dan, kemauan sehingga bisa menyerap seluruh rangkaian proses pembuatannya. di Kelurahan Onelako, memiliki potensi bahan dasar bambu banyak, tidak menjadi sulit untuk mendapatkan bambu. “kita libatkan 7 peserta dengan 2 fasilitator. Mereka praktek pada dua set kursi bambu yang ada. kita mengharapkan ini menjadi langkah awal bagi anak muda di kelurahan ini, untuk melakukan kegiatan seperti ini karena, kami melihat bahwa ada potensi bahan baku bambu. dari pihak kelurahan, kita membantu sejumlah peralatan, pasca pelatihan ini, kiranya mereka juga nanti akan buat rencana kerja tindak lanjut, minimal kedepannya mereka bisa buatkan lokasi dalam hal ini di Lingkungan Rada’ara produksi meubeler bambu “. Katanya.
Terkait dengan pelatihan meubeler bambu, pihak Kelurahan akan berupaya memanfaatkan potensi yang ada, untuk bisa di jadikan sebagai Unit Usaha Mikro melalui pelatihan – pelatihan di tingkat Kelurahan dalam rangka mengembangkan keterampilan masyarakat melalui pemberdayaan.
Benediktus Sudi menambahkan Kedepan, sebagai pemerintah Kelurahan akan terima segala masukan dari masyarakat menyangkut jenis usaha. sehingga kita akan memberlakukan sistem roling agar masyarakat yang lainnya bisa mendapatkan kesempatan yang sama. ” pelatihan yang sama pasti tidak akan terjadi lagi ke kelompok yang sama. So’al pelatihan bentuk lainnya, kedepan kami disini terbukalah untuk menerima masukan masyarakat menyangkut dengan jenis usaha lainnya “. Tuturnya.
Aloysius Ruthu fasilitator pelatihan meubeler bambu mengatakan, mengapresiasi kepada pemerintah Lurah yang telah berinisiatif menggelar Pelatihan meubeler bambu di kelurahan. ” Pelatihan ini, pesertanya ada 7 orang, bagi dua kelompok. Kelompok yang satu kerja kursi bambu sedangkan kelompok yang satunya kerja sofa bambu. Nanti dua kelompok ini saling kerja sama atau saling bantu, dengan maksud dua – duanya bisa saling mengerti cara pembuatan kursi bambu dan sofa bambu “. Katanya.
Aloysius menambahkan, pelatihan meubeler bambu untuk peserta ini, memiliki bekal kemampuan yang baik dalam hal meubeler bambu. ” Ini menjadi pengetahuan mereka untuk kedepannya. Membenah kembali kelompok usaha meubeler bambu dan, tingkatkan jumlah produk kursi, sofa dan, meja bambu sehingga apabila ada pihak lain yang butuh, barangnya sudah ada. Tandasnya.
Fabianus Dewo warga Lingkungan Rada’ara – Rt/Rw, 06/03 sebagai peserta pelatihan, memberikan apresiasi kepada pemerintah Kelurahan, karena bahan bambu untuk meubeler bambu di wilayah ini juga banyak. Sehingga kedepan bisa dibuatkan lagi pelatihan – pelatihan lain, tidak hanya bambu tapi bahan yang lain juga. bila perlu, dilibatkan muda – mudi yang lainnya, agar sama – sama merasakan nilai positif. ” Dilihat dari bahan yang ada memungkinkan karena, disekitar Lingkungan Rada’ara rumpun bambu banyak. dengan adanya pelatihan meubeler kerajinan dari bambu, saya rasa ini sangat membantu karena, sala satu manfaat dari jenis bambu yang tidak dipakai, bisa dipakai kembali untuk usaha meubeler bambu. ini juga, bisa membantu muda – mudi dari bawah, yang berminat untuk dikembangkan menjadi usaha meubelr bambu “. Tuturnya.

Kegiatan ini, bersumber dari dana kelurahan tahun 2020, dilaksanakan selama 8 hari dan output dari kegiatan ini sebagai hasil kerja nyata.

Tinggalkan Balasan