DiponCyberEnde, Menyikapi meningkatnya jumlah penderita HIV – AIDS di wilayah Kecamatan Ndona, Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Ende, Camat Ndona, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Lurah Onelako menggelar Sosialisasi dan advokasi pembentukan warga perduli aids di kelurahan onelako, Rabu, 11/11/2020 di hadiri oleh sejumlah peserta dari tokoh masyarakat setiap lingkungan wilayah kelurahan Onelako. terkait dengan pembentukan warga perduli aids (WPA) merupakan rujukan peraturan No. 75 Tahun 2006 tentang KPA Nasional, Perpres No. 124 tahun 2016 tentang KPA di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, Permendagri No. 20 tahun 2007 tentang pembentukan KPA di daerah, turunannya perda Kabupaten Ende, No. 05 tahun 2016 tentang pencegahan penanganan HIV AIDS, Perbup No. 04 tahun 2017 tentang kelembagaan KPA dan, Instruksi Bupati No. 01 tahun 2017 tentang pembentukan WPA di tingkat Desa dan Kelurahan.
Lurah Onelako Benediktus Sudi mendukung pembentukan kepengurusan Warga Perduli Aids (WPA), yang akan melakukan sosialisasi ketengah masyarakat supaya kembali di ingatkan tetap waspada terhadap ancaman penyakit HIV-AIDS.Terkait dengan peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dan advokasi pembentukan WPA, diharapkan sungguh mencerna materi sehingga ke masyarakatnya, bisa meneruskan ke keluarga di rumah, tetangga disekitar dan, masyarakat luas karena penyakit ini cukup berbahaya bagi generasi muda tentunya. ” Bukan tidak mungkin dan, bukan rahasia lagi, inikan didepan mata kita. penularan ini tentu berasal dari luar. meskipun saya sampaikan saat ini, apakah ada pasien warga Onelako?, saya juga belum tau, karena kasus itu sangat privasi “.
Benediktus Sudi menambahkan terkait dengan kemajuan sarana hiburan ditengah masyarakat, itu juga bisa menjadi sumber penularan HIV-AIDS dan, masyarakat perlu selektif betul dalam mengunjungi tempat tempat seperti itu. berbicara HIV-AIDS, penyakit ini tentu penularannya dari luar, ketika terkontaminasi dan tidak disadari bahwa orang tersebut sudah positif HIV-AIDS. kepada pihak pihak terkait, yang memiliki tempat hiburan agar perlu memperhitungkan juga dengan akibat akibat yang akan di alami oleh warga masyarakat. ” Kita butuh pengawasan masyarakat, para orang tua, untuk melihat perkembangan. Sebelumnya, trend di tempat lain, tapi ini sudah trend juga di ndona. saya tidak mengatakan kepada kelompok mana, tapi saya mau bilang bahwa dengan kemajuan sarana hiburan, saya minta masyarakat selektif, dalam mengunjung tempat tempat tertentu “. Imbuhnya.
Kepala Seksi Bidang Pelayanan Sosial Dasar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende Patricia Diana Mbenggu, secara global HIV – AIDS sudah banyak memakan korban jiwa, di Indonesia korban meninggal jumlahnya mencapai ribuan jiwa dan tidak menutup kemungkinan di Kabupaten Ende ada korban yang sudah meninggal akibat HIV-AIDS. Tahun ini sesuai regulasi yang terupdate DPMD sebagai OPD yang memfasilitasi berkaitan pengalokasian dana pemberdayaan, sudah tidak menjadi OPD yang menangani penyaluran dana tersebut. ” DPMD kabupaten Ende sudah menyurati secara resmi ke Bupati untuk menyerahkan kembali kewenangan yang sebelumnya diberikan ke DPMD “. Tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan