DiponCyberEnde, Menindak lanjuti kegiatan di lantai satu Kantor Bupati Ende, Sosialisasi dan advokasi pembentukan Warga Perduli Aids (WPA) di Kelurahan Onelako resmi dibuka oleh Camat Ndona. Rabu, 11/11/2020.
Camat Ndona Yohanes Rikardus Demu dalam sambutannya mengatakan warga Kecamatan Ndona saat ini ada 12 orang yang positif HIV-AIDS, tiga (3) orang meninggal dunia, saat ini sembilan (9) orang yang positif. Terkait dengan pembentukan WPA di tingkat Desa dan Kelurahan agar masyarakat tetap waspada dan tau seperti apa bahaya HIV-AIDS, “Kaget bahwa di Ndona juga ada, dan ini tersebarnya dimana, Desa dan Kelurahannya mana juga kami sebagai pimpinan wilayah belum tau, karena ini memang sedikit privasi “. Katanya
Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Ende Maria Imaculata Dete mengatakan, penting melakukan sosialisasi tentang Orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan menyadarkan kembali masyarakat terkait dengan bahaya penyakit tersebut. Sehingga dari KPA tetap mengingatkan, mendampingi pasien HIV-AIDS untuk selalu rutin ambil dan minum obat demi kondisi kesehatan, stamina tubuh tetap terjaga. ” Sehingga yang menjaga dan perduli terhadap kesehatan disekitarnya adalah masyarakat itu sendiri, bukan seutuhnya dari pemerintah “. Imbuhnya.
dr. Umum Puskesmas Ngalupolo Kecamatan Ndona Arista Klautsar Rahman mengungkapkan untuk penanganan, puskemas melakukan kunjungan rutin ke pasien untuk memberikan dukungan dan edukasi dalam hal pengobatan agar pasien bisa rutin kontrol dan minum obat dari Rumah Sakit. sebagai langkah pencegahan di Kecamatan Ndona, tiap tahun dilakukan kegiatan pada tiga (3) kelompok berisiko untuk dilakukan pemerikasaan. ” Pemeriksaan HIV, Skrining Ca Serviks (Kanker leher rahim), Periksa darah lengkap sama Iva itu, rutin tiap tahun “. Ungkapnya
dr. Arista menambahkan, Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) penularannya melalui hubungan seksual yang berganti pasangan dan jarum suntik sehingga puskesmas dalam tujuannya selain Kuratif oleh pengobatan juga fokus pada kegiatan promotif, preventif yang sedang digalakan adalah pemberian sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV-AIDS dan pemeriksaan wajib HIV bagi ibu hamil agar mencegah penularan dari Ibu hamil ke bayi yang beresiko. ” memang program pemerintah itu, semua Ibu hamil wajib periksa HIV test darah “. Tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan