DiponCyer Ende, Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ende Tahun 2020, melakukan kegiatan Pembekalan peserta wirausaha tenaga kerja mandiri dengan pola pendampingan usaha budidaya tanaman porang di Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Senin 16/11/2020. Bimbingan teknis kelompok tani, yang menaungi kegiatan penanaman porang sebagai pilot project di Onelako sudah dimulai sejak dua hari kemarin. Kegiatan tersebut bersumber dari Dana Tugas Pemantauan Kementrian Tenaga Kerja tahun anggaran 2020, dari penerima negara bukan pajak.

Lurah Onelako Benediktus Sudi ketika dikonfirmasi mengatakan, di Kelurahan ini ada 7 Kelompok Tani, uji coba budidaya tanaman porang, karena waktunya singkat maka peserta yang dilibatkan satu kelompok dan itu sebagai percobaan. Kedepan akan dikembangkan lagi apabila hasilnya sesuai yang diharapkan jadi dimungkinkan pengembangan ke skop yang lebih besar. ” tanaman porang ini, yang liar saja hasilnya sangat bagus, isinya besar memenuhi standart. Mudah mudahan dengan ini system pertanian yang baik melalui teknik latihan cara menanam, cara merawat, pemupukan kita harapkan hasilnya baik kedepannya “. Tambahnya.
Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Ende Kapitan Lingga mengungkapakan, Kementrian Tenaga Kerja untuk TKM mandiri tahun 2020 dalam hal ini kementrian mengintervensi situasi covid dampak ekonomi untuk penguatan ekonomi rakyat di sektor pertanian khususnya. Untuk budidaya tanaman porang dilakukan sosialisasi ke masyarakat dan direspon oleh Kelurahan Onelako. ” kalau kita budidayakan ini maka outputnya ini kita tunggu, porang kapan masa panenya itu, entah satu (1) tahun, satu setengah tahun atau dua (2) tahun. disitu petani mendapat nilai output dari program ini “. Pungkasnya.

Terkait dengan program ini, dilakukan kerja sama dengan Dinas Pertanian untuk melakukan pembinaan kepada kelompok tani tentang bagaimana tata cara budidaya porang. Apakah PPL yang mendampingi kelompok, diharapkan dari Dinas Tekhnis tetap mendampingi. Kita akan melihat tolok ukur output dari budidaya porang jadi kita minta dukungan pemerintah Kelurahan atau Desa untuk memback-up atau dari kabupaten kita laporkan ke Pak Bupati bahwa prospek budidaya porang sudah menunjukan hasil. ” Kita lihat, kita uji coba, apakah proyek ini bagus atau tidak, bagus mungkin tahun depan lahannya kita bisa buka lagi untuk diperluas lagi ke masyarakat “.Tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan