DiponCyberEnde, Badan Karantina Kabupaten Ende, mendorong Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) komoditi pertanian Flores Lembata. Oleh karena itu Badan Karantina mengharapkan terjadinya peningkatan produksi komoditi pertanian.
Kepala Karantina Pertanian Ende, Kostan mengatakan hal itu ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020) di Ende.
Kostan menjelaskan data Iqfast komoditas potensi eksport untuk Kabupaten Ende masing-masing komoditi kakao 1.545 ton, kopi 175 ton, jambu mente 462 ton, cengkeh 772 ton, vanili 3 ton, porang 108 ton, kemiri 376 ton, kelapa bulat 1. 312 ton, kopra 2. 183 ton, sarang walet 3 kilogram.
Konstan mengatakan dalam rangka mendukung program gerakan tiga kali ekspor, pimpinan daerah perlu mendorong pihak pihak terkait agar bisa menanggapi secara serius.
” Kita minta dorongan Bupati supaya mendukung gerakan gratieks “, katanya.
Terkait dengan koordinasi dengan pihak pihak terkait dirinya berharap agar serius melakukan pendampingan yang rutin kepada petani sehingga produksi komoditi pertanian bisa ditingkatkan lagi.
“Kita melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ende supaya melakukan pembinaan terhadap petani, supaya mereka memproduksi yang lebih banyak otomatis yang diekspor jumlahnya banyak “, kata Kostan Kepala Karantina Ende.
Sebagai langkah serius, pihak karantina pertanian telah melakukan pendampingan ke desa desa, melihat langsung produksi komoditi serta perawatan dari tanaman komoditi itu sendiri.
” Memang produksinya kalau kita lihat kurang, mungkin mereka kurang melakukan perawatan, pemupukan kurang intesif “,kata Konstan.
Dikatakan dalam upaya pencapaian tingkat produksi komoditi yang besar, perlu di perhatikan juga proses pengolahan tanah dan perawatan sehingga kebutuhan ekspor bisa baik kedepan.
“Kalau diperhatikan mungkin peroleh produksi yang besar, pertama pengolahan tanah yang baik, melakukan perawatan yang baik ,”katanya. (AS)

Tinggalkan Balasan