DiponCyberEnde, Proses Lelang proyek paket pembangunan jalan ruas Nangaroro –Maunori – Raja  yang menelan biaya 32.800.499.000,00,- miliar, dari APBN tahun anggaran 2021 oleh  Balai Pelayanan Pelelangan Jasa Konstruksi (BP2JK) Propinsi NTT, Direktorat Bina Konstruksi Kementrian PUPR akhirnya menuai polemik. Dimana penetapan pemenang yang dilakukan oleh anggota Pokja BP2JK Propinsi NTT, Direktorat Bina Konstruksi Kementrian PUPR mendapat sanggahan.

Hendrika Lede Direktris PT. Novita Karya Taga sebagai salah satu peserta lelang dalam surat sanggahan di terima tim media ini, Rabu, 16/12/2020 mengajukan keberatan kepada BP2JK selaku panitia lelang yang telah menetapkan hasil pemilihan paket pengerjaan pembangunan jalan Nangaroro – Maunori – Raja. ” Hasil pemilihan paket pekerjaan pembangunan jalan Nangaroro – Maunori – Raja, pokja telah menetapkan pemenang nomor urut pemenang urutan ke tiga yaitu PT Telaga Pasir  Kuta dengan nilai penawaran sebesar  Rp.28.371.866.000.00,- “, katanya.  Menurut Hendrika, pihaknya merasa dirugikan karena BP2JK tidak secara transparan menyampaikan penyedia jasa pekerjaan konstruksi spesialis pada pekerjaan utama dan tidak menyampaikan penyedia jasa pekerjaan konstruksi kualifikasi kecil untuk pekerjaan bukan pekerjaan utama. ” Tidak menyampaikan penyedia jasa pekerjaan konstruksi spesialis pada pekerjaan utama dan tidak menyampaikan penyedia jasa pekerjaan konstruksi kualifikasi kecil untuk pekerjaan bukan pekerjaan utama “, kata Direktris PT. Novita Karya Taga. Sedangkan penawaran perusahaan atas nama PT. Novita Karya Taga adalah urutan ke dua dengan nilai penawaran Rp.28.371.866.000.00,- . Mencermati selisih harga penawaran terhadap pemenang lelang, Hendrika menganggap BP2JK tidak memiliki dasar menggugurkan PT. Novita Karya Taga. ” Artinya terdapat selisih harga penawaran terhadap pemenang lelang yaitu PT telaga pasir Kuta. Alasan pokja BP2JK menggugurkan penawaran sama sekali tidak berdasar dan bertentangan dengan aturan karena pokja menggunakan kriteria evaluasi sesuai ketentuan dokumen pemilihan “, Tutur Hendrika Lede.

Tambah Direksi PT Novita Karya Taga Hendrika Lede, Jika mencermati selisih harga penawaran antara pemenang tender PT. Telaga Pasir Kuta dengan perusahaan No. Urut 2 PT. Novita Karya Taga maka terdapat potensi kerugian negara yang cukup besar. Dirinya menganggap pihak pokja BP2JK mencari alasan sepihak untuk menggugurkan PT. Novita Karya Taga. ” Karena Pokja hanya mencari – cari alasan yang tidak substansi untuk menggugurkan perusahaan Novita Karya Taga “, tambahnya. Menyikapi hal yang dimaksud PT. Novita Karya Taga meminta kepada BP2JK agar membatalkan hasil pelelangan paket pekerjaan pembangunan jalan Nangaroro – Maunori – Raja yang telah menetapkan PT. Telaga Pasir Kuta sebagai pemenang, karena dalam melakukan penawaran tersebut perusahaannya ( PT. Novita Karya Taga, red,-) melakukan penawaran dengan nilai Rp, 28.215.056.458, dari pagu diatas, artinya terdapat selisih harga penawaran terhadap pemenang lelang yang telah ditetapkan oleh Pokja BP2JK yaitu, PT. Telaga Pasir Kuta dengan nilai penawarannya sebesar  Rp.28.371.866.000.00,- . Kemudian dalam proses tersebut, panitia kembali memundurkan waktu untuk penentuan pemenang, serta memberi ruang kepada perusahaan nomor urut 3 melengkapi data. ” Panitia pokja BP2JK mundurkan waktu dari tanggal 2 ke tanggal 8 Desember untuk penentuan pemenang, memberi peluang untuk perusahaan nomor urut 3 melengkapi data data perusahaan yang di subkon “, tandasnya.  (AS)

Tinggalkan Balasan