DiponCyberEnde, Proyek irigasi Desa Tou Kecamatan Kotabaru, mendapat sorotan warga dikarenakan pasca pengerjaan fisik proyek irigasi rekanan kontraktor CV. Indah Karya Ende tidak membersihkan sisa material setelah fisik proyek tersebut selesai di kerjakan. Merasa tidak puas Warga Kecamatan Kotabaru mendatangi Dinas PU Ende serta melapor karena setelah mengerjakan fisik proyek pihak CV Indah Karya Ende sebagai pelaksana proyek irigasi di desa Tou dengan pagu anggaran Rp. 1 Milliar lebih tidak menanggapi keluhan warga pemilik lahan. Pihak rekanan kontraktor tidak melakukan pembersihan tumpukan sisa material seperti  batu besar, kerikil, pasir dan lain lain yang menumpuk dan berserakan sehingga warga pemilik lahan merasa dirugikan karena lokasi pengerjaan fisik proyek irigasi merupakan lahan sawah milik warga yang siap tanam di musim hujan akan datang Selasa, 15/12/2020.

Koordinator warga pemilik lahan Geradus Rana mengatakan Karena niat baik pemerintah untuk membantu kami dengan pembangunan irigasi pihaknya telah memberi kesempatan kepada kontraktor CV Indah Karya Ende untuk melakukan pengerjaan fisik proyek irigasi dan kami merelakan lahan kami untuk tidak tanam satu musim . ” Kami telah rela untuk tidak tanam satu musim guna memberikan kesempatan kepada kontraktor agar leluasa bekerja dan cepat menyelesaikan pekerjaan mereka demi kepentingan keteraturan pengairan area persawahan “, tandasnya. Dirinya menambahkan pihak rekanan kontraktor CV Indah Karya Ende tidak menanggapi atas keluhan kami agar sisa material dari pengerjaan fisik proyek dibersihkan sehingga kami bisa kembali menggarap lahan sawah dan tidak terganggu dengan sisa material proyek yang ada. ” Kami meresa tidak bisa mengolah lahan sawah, karena material sisa pengerjaan fisik proyek irigasi menumpuk dan berserakan begitu saja di lahan sawah kami “, tutur Geradus Rana.

Kepala Dinas PU Ende Fransiskus Lewang Menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga masyarakat pemilik lahan kecamatan Kota baru karena telah membuang waktu, tenaga dan pikiran guna datang langsung di kantor PU walau dengan jarak tempuh yang memakan waktu lama antara empat sampai lima jam. ” Saya berterimakasih kepada Bapak – Bapak yang temui kami  langsung di sini, sehingga kami bisa tahu keadaan sebenarnya “, katanya. Kadis PU membenarkan bahwa pengerjaan fisik proyek irigasi tersebut bersumber dari dana DAK tahun 2020. Terkait dengan kedatangan warga pemilik lahan di Kecamatan Kota baru dirinya mengatakan bahwa kehadiran bapak bapak itu tepat waktu karena proyek tersebut lagi proses PHO. ” Bapak Bapak datang tepat waktu karena sekarang lagi proses PHO dan saya belum  mmenandatanganinya “, tandasnya. Kadis PU pun memerintahkan staf untuk segera komunikasi dan koordinasi dengan Kontraktor pelaksana agar sesegera mungkin realisasikan keluhan warga pemilik lahan agar warga tersebut bisa menyiapkan lahan sawahnya untuk di tanam karena di perkirakan akan datang musim hujan . ” Dalam waktu dekat bahkan sebelum natal pembersihan lahan pasti sudah dilakukan. Dan Jika pihak kontraktor belum melakukan pembersihan material sisa di lahan persawahan milik warga, maka saya  tidak segan segan tidak akan melakukan PHO terhadap pekerjaan tersebut “, ungkap Frans Lewang. Koordinator Warga  menambahkan sebelum datang ke kadis PU, kami ada pertemuan di kantor desa Tou antara kontraktor, pemilik lahan dan Kepala Desa untuk bicarakan jalan keluar terkait dengan masalah penumpukan material yang mengakibatkan mereka tidak bisa mengerjakan lahan sawah. Sang kontraktor mengarahkan agar masyarakat pemilik lahan langsung mengadu dengan cara menyurati dan temui langsung Kadis PU. (AS)

Tinggalkan Balasan