DiponCyberEnde, Ikatan Keluarga Besar Lembata di Kota Ende, melakukan pertemuan dalam rangka mempersiapkan penyaluran bantuan untuk korban terdampak letusan gunung Ile Lewotolok. Ikut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut empat (4) peguyuban Keluarga Lembata yang ada di Ende. Jumad, 18/12/2020.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Lembata di Ende Piet Waiodung mengatakan inisiatif membuka posko peduli masyarakat terdampak letusan gunung Ile Lewotolok Lembata ketika mendengar berita saudara saudari di sana di timpah musibah letusan Gunung Ile Lewotolok. ” Saya tanpa kompromi dengan kami punya ikatan keluarga lembata, saya langsung sampaikan untuk duduk pertemuan bicara tentang saudara saudara kita yang kena bencana disana “, tandasnya. Hadir dalam pertemuan itu mewakili empat (4) peguyuban keluarga Lembata di Ende, kita duduk bersama membicarakan tentang keadaan saudara saudari yang di Lembata dan mulai membuka posko. ” Semua kita berkumpul, lalu kita putuskan untuk membentuk satu kekuatan dengan membuka posko disini “, tutur Piet. Terkait dengan pengungsian masyarakat yang terdampak letusan gunung dirinya menambahkan turut merasakan bagaimana keadaan saudara saudari yang terdampak, mengungsi keluar dari tempat bencana pindah ke Ibu kota. ” Pengungsian habis habisan dan keluar dari tempat bencana banyak ke ibu kota kabupaten “, ungkap Piet Waiodung. Dirinya juga membayangkan bagaimana mereka mendapat penginapan ditempat penampungan, makan minum, termasuk kesehatan yang menjadi pertimbangan dari semua orang yang terlibat partisipasi untuk saudara saudari di Lembata.

Tambahnya, saat kegiatan di posko mulai berjalan diluar dugaan bantuan yang diserahkan berdatangan ada yang berupa amplop, barang, yang diserahkan melalui peguyuban ini. ” Ada beberapa barang sembako, pakaian dan uang dalam buku rekening kita 41 juta lebih “, tandasnya. Sebelum berangkat, kita akan melakukan koordinasi ke Lembata untuk membicarakan terkait kebutuhan urgen apa saja yang perlu di siapkan karena tanggal 26/12/2020 kita berangkat bawa bantuan ke Lembata. ” Saya minta koordinasikan kesana untuk tahu kebutuhan apa yang paling urgen, yang paling mendesak, dan tanggal 26 berangkat dari Ende ke Lembata untuk mengantar bantuan “, Ungkap Piet Waiodung. Terkait dengan penyerahan bantuan, disana nanti akan di serahkan langsung kepada masyarakat terdampak melalui pemerintah setempat. ” Nanti langsung diserahkan kepada masyarakat disana tapi lewat kepala desanya “, Tandasnya. Piet Waiodung mengharapkan pemerintah Kabupaten Lembata tetap meberikan perhatian karena dengan musibah ini, kami bisa merasakan keadaan saudara saudari yang di Lembata. ” Kepada pemerintah yang disana tetap membuka mata juga untuk mereka supaya mereka jangan terlalu menjadi korban yang sengsara. Semua kami yang ada di Ende bisa merasakan bagaimana rasanya saat mengalami kejadian seperti itu “, tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan