DiponCyberEnde, Di tengah penyerahan bantuan sembako dari partai Golkar NTT kepada tenaga medis yang bukan PNS di Rumah sakit St. Antonius Jopu, Direktur Rumah sakit menjelaskan bahwa di tempat tersebut sebelumnya tahun 1961 adalah Balai Kesehatan Ibu dan Anak dan pada tahun 1967 statusnya menjadi Rumah Sakit karena adanya seorang dokter tetap yaitu dr. Paulus The yang bertugas pada rumah sakit tersebut. Hingga kini rumah sakit jopu menjadi rumah sakit berstatus rumah sakit tipe “D” yang sudah terakreditasi dan sudah diperpanjang akreditasinya sampai tahun depan. Jumat, 19/12/2020.

Direktur Rumah Sakit St. Antonius Jopu dr. Maria Goreti Aran dalam acara serah terima bantuan sembako untuk tenaga medis bukan PNS mengatakan, sejak statusya menjadi rumah sakit saat itu ada seorang dokter tetap maka bisa menjadi rumah sakit rujukan untuk semua pasien sedaratan Flores – Lembata – Alor. Hingga kini di usia 53 tahun, Rumah sakit St. Antonius Jopu merupakan rumah sakit swasta dalam pelayananya tetap mempertahankan keramahan dan kenyamanan pasien. Menurutnya, pihak rumah sakit jopu merasa terbantu apabila ada pemerataan antara rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah karena pihak BPJS menuntut harus sama dengan rumah sakit yang di kota. ” Mungkin baik kalau pemerintah buat, supaya ada keadilan antara rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah, karena sama sama melayani masyarakat yang sama “, kata Dirut Rumah sakit St. Antonius Jopu. Terkait dengan fasilitas medis lainnya dirinya mengatakan, masih banyak fasilitas yang kurang seperti, alat print radiologi, rumah dokter karena ada dokter yang mau kesini tapi tidak punya rumah . ” Kita di ende belum ada spesialis radiologi apa lagi kami disini”, kata Maria Goreti. Tambahnya, tenaga medis di rumah sakit ini, semuanya banyak yang bukan PNS sehingga banyak kesulitan yang tidak bisa diatasi karena harus memikirkan untuk membayar upah tenaga medis. ” Memang kami ada karyawan tetapnya tetapi kan gaji agak rendah di bawah PNS “, tambahnya. Terkait dengan peralatan medis lainnya juga membutuhkan ventilator dan perlatan untuk ibu partus, kalau mau tampung oksigen setiap bulan beli sidikit sedikit jadi tidak numpuk banyak tetapi ada. ” Ventilator kami butuh lalu ada vakum untuk ibu yang partus yang agak mengalami kesulitan disamping permintaan dari BPJS kami harus ada endoskopi ” tambah Direktur.

Anggota DPRD, Ketua Fraksi dan juga Sekretaris DPD II partai Golkar Kabupaten Ende Megy Sigasare mengatakan bahwa terkait dengan kebutuhan di Rumah sakit Jopu untuk bisa berkoordinasi langsung kepada Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melky Laka Lena yang juga membidangi bidang kesehatan. “Suster bisa mengajukan proposal ke wakil ketua komisi IX DPR RI kebetulan Pak Melki Laka Lena paham tentang kesehatan karena basicnya apoteker “, ungkapnya. Kita berharap dengan adanya rumah sakit Jopu angka kematian Ibu dan Anak bisa menurun. ” Adanya Rumah sakit disini bisa menekan angka kematian ibu dan anak, karena kita juga sudah punya lagi rumah sakit pratama yang di utara, ” tutur Megy. (AS)

Tinggalkan Balasan