DiponCyber Ende, Evaluasi kinerja akhir tahun PDAM Ende tahun 2020 mengalami peningkatan pendapatan. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal administrasi dan kearsipan dan membutuhkan waktu juga untuk tingkatkan disiplin pegawai atau karyawan di Perusahaan Air Minum Daerah PDAM Ende. Jumat, 08/01/2021.

Anggota Dewan Pengawas PDAM Ende Usman Abdul hamid mengatakan, rapat evaluasi pelaksanaan selama tahun 2020 melibatkan dewan pengawas dan karyawan atau pegawai PDAM Ende merupakan agenda rutin sekali dalam setahun. Di akuinya, Yustinus Sani selama menjabat sebagai direktur PDAM Ende telah menunjukan beberapa prestasi seperti peningkatan pendapatan dan aspek kinerja usaha. ” Ada beberapa hal ada peningkatan baik dari aspek pendapatan maupun dari aspek kinerja usaha “, tandasnya. Tambahnya, rekan rekan yang menduduki jabatan teknis pada Perusahaan Daerah Air Minum bisa diberikan kesempatan untuk menyampaikan rencana kinerja untuk perusahaan kedepan seperti apa, agar Rencana Kerja Anggaran dan Program RKAP tahun 2021 yang telah disutujui Bupati bisa berjalan baik. Dijelaskannya, peningkatan kinerja baik di PDAM saat ini, pelayanan publik penerimaan tinggi jika di banding tahun 2019. Terkait dengan evaluasi kinerja dirinya berharap dibuat evaluasi pertriwulan demi tingkat kinerja PDAM kedepannya dengan melibatkan keryawan dan pegawai baik di unit kecamatan untuk peningkatan kinerja PDAM secara menyeluruh. ” Kalau bisa di buat pertriwulan kumpulkan semua baik petugas lapangan di dalam kota maupun unit di kecamatan “, katanya.

Sementara itu Yoseph Piatu Kepala Bagian Teknik PDAM mengatakan dalam evaluasi ini, tentu membahas terkait dengan permasalahan berkaitan langsung dengan bidang teknik juga yang terjadi selama tahun 2020. Ada beberapa pipa transmisi 3 dim, 4 dim, 6 dim dan 8 dim dalam kota yang patah, pipa dari sumber mata air di aekipa, aepanah, dan kali wolowona rusak diakibatkan alam seperti pohon tumbang dan banjir. Dirinya menambahkan kerusakan tersebut sudah teratasi, cuman menjadi faktor penghambat kami bilamana kerusakan terjadi di musim hujan karena itu tidak bisa di perbaiki dalam waktu yang cepat. ” Kondisi dengan keadaan alam karena hujan maka terjadi dua hari pekerjaan di lokasi tersebut “, ungkapnya. Menanggapi rencana penambahan mata air dalam mengatasi kesulitan air di musim kemarau dirinya mengatakan ada rencana penambahan satu titik namun hal tersebut masih dalam peencanaan jadi belum bisa menyampaikan kepastiannya. ” Ada rencana penambahan satu titik mata air di kilometer 14 itu tapi itu masih perencanaan kami “, tandas Yoseph.

Direktur PDAM Ende Yustinus Sani mengatakan di tahun 2021 ada dua wilayah menjadi konsentrasi kami yaitu wilayah Rate, Onekore, pedalaman dan wilayah perkuburan sehingga kebutuhan pelanggan dalam kota yang selama ini mengalami kesulitan akan air minum bersih agar bisa terpenuhi dan di maksimalkan pelayanannya. ” Harus memenuhi kebutuhan pelanggan dalam kota dalam wilayah yang mengalami kesulitan “, ungkapnya. Dalam rangka menjawabi kesulitan pelanggan ini, akan dilakukan rehabilitasi jaringan dan pemasangan jaringan baru sehingga apabila terjadi penambahan jumlah pelanggan, maka dampak lain pendapatan tentu bertambah. ” Harus dilakukan rehabilitasi jaringan dan juga pemasangan jaringan baru “, tandas Yustinus. Dijelaskannya, apabila di banding tahun 2019 saldo akhir tahun PDAM 5 juta rupiah, namun tahun 2021 saldo akhir ril menjadi khas PDAM 260 juta. Dirinya juga mengapresiasi kepada rekan rekan karyawan karena peningkatan tersebut tidak termasuk laporan keuangan. ” Apresiasi saya kepada kawan kawan semua yang ada di PDAM karena peningkatan dari sisi ril pendapatan belanja dan sisa dari belanja ril tidak termasuk laporan keuangan, ini di luar itu “, kata Sani. Tekait dengan pengembangan pelayanan di Unit Kecamatan baik di Kota maupun di luar Kota yang belum di jamah PDAM Ende, dirinya mengatakan apabila Pemda Ende menyerahkan aset tersebut ke PDAM maka pihaknya akan siap kelola. Jadi untuk sementara Kecamatan Pulau Ende, Nangapenda, Nangaba di Kecamatan Ende, Detusoko, Kelimutu, Wolowaru, Lio Timur, Maurole. ” Kita menunggu kalau Pemda sudah menyerahkan kami siap kelola “, tutur Yustinus Sani. (AS)

Tinggalkan Balasan