DiponCyberEnde, Kejadian naas yang menimpa Sevia Daro, salah satu korban dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Korban yang merupakan salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air di nyatakan tidak memiliki identitas diri yang asli, karena dalam melakukan pembelian tiket pesawat, korban menggunakan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk milik orang lain dalam hal ini milik temannya. Setelah di telusuri oleh media ini, surat baptis yang merupakan Identitas Korban yang berhasil di dapat dari pihak keluarga korban adalah sebagai berikut, nama Sevia Daro, lahir di Numba, 26 Juli 1996 dari pasangan Kanisius Kila dan Agustina Ewo, yang beralamat di Rt 04, Rw 02, Dusun Tadholangga, Desa Numba, Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende.

Anastasia Bela Kakak Kandung Korban saat di jumpai awak media ini mengatakan, sebelum berangkat adiknya Sevia Daro sempat melakukan komunikasi dengan ayahnya melalui telpon seluler untuk menyampaikan dirinya mau berangkat ke pontianak. Dalam komunikasi itu ayahnya berpesan agar, sebelum naik pesawat korban tersebut, bisa kontak lagi lewat telpon seluler miliknya untuk lanjut bicara dengan ayahnya. Namun, kehendak berkata lain yang di tunggu ayahnya tak kunjung tiba, telpon seluler milik sang ayah tidak lagi berdering dari anaknya hingga saat ini. ” Paginya telpon lewat bapak, jadi bapak pesan sebentar sebelum naik pesawat engkau telpon kembali kesini jadi, bapak tunggu juga tidak ada telpon “, terangnya. Dijelaskannya, Mengetahui pesawat Sriwijaya Air jatuh keluarganya hanya mendengar berita dari televisi. Namun, keberangkatan adiknya menuju pontianak dirinya mengaku identitas yang di pakai untuk membeli tiket pesawat adalah identitas teman dari adiknya sebab adiknya Sevia Daro belum memiliki identitas berupa Kartu Tanda Penduduk. ” Tidak menggunakan identitas dirinya tapi menggunakan identitas temannya, karena adik saya belum memiliki KTP “, tandas Anastasia. Terkait dengan hubungan identitas yang di pakai dari pihak korban untuk bisa membeli tiket pesawat dengan pemilik identitas sebenarnya Anastasia menerangkan tidak mengetahuinya, sebab selama di Jakarta Sevia Daro tidak pernah menceritakan kepada keluarga tentang keberadaan dirinya bersama temannya tersebut. ” Tidak menginformasikan kepada keluarga menggunakan identitas siapa untuk pembelian tiket itu “, ungkapnya. Tambahnya, dirinya berharap kepada pihak terkait agar bisa memulangkan jenazah adiknya ke kampung halamannya, agar bisa di kubur kembali di kampungnya sendiri. ” Kami berharap jenazah adik kami bisa kembali kesini itu saja “, tandas Anastasia.

Di tempat yang berbeda, Kanisius Kila ayah dari Sevia Daro yang dikabarkan termasuk korban jatuhnya pesawat SJ 182 saat di jumpai media ini mengatakan, dirinya belum bisa menerima anaknya Sevia Daro yang di kabarkan meninggal dalam kecelakaan jatuhnya pesawat SJ 182. ” Saya tau anak saya masih hidup “, tuturnya. (AS).

Tinggalkan Balasan