DiponCyberAdonara, Virus yang menyerang ternak babi atau ASF ( African Swine Fever ) di Desa Waiwadan – Adonara membuat seorang peternak babi di Dusun 1, Desa Waiwadan mengalami kerugian besar. Selasa, 19/01/2021. Hal ini mengakibatkan banyak ternak babi miliknya mati karena serangan virus ASF tersebut.

Warga Dusun 1 Desa Waiwadan Yosep Nong Dodik saat dikonfirmasi mengatakan, gejala awal pada ternak babi miliknya dari serangan virus ASF itu di mulai nafsu makan babi berkurang dan suhu tubuh babi menjadi tinggi ( panas tinggi ), dari gejala tersebut ternak babi hanya bisa bertahan hidup dalam jangka waktu paling lama satu minggu.

” Babi yang sudah terkena virus ini hanya mampu bertahan hidup dengan jangka waktu paling lama satu minggu “, tandasnya.

Di katakannya, jumlah ternak babi miliknya yang mati akibat serangan virus ASF sebanyak 16 ekor, diantaranya 8 ekor babi besar seharga 5 jutaan rupiah dan 8 ekor lainnya anak babi dengan perkiraan harga sebesar 8 ratus ribu rupiah. Dirinya berharap agar Pemerintah Daerah bisa memperhatikan terkait serangan virus tersebut.

” Harapan saya agar kami bisa diberikan bantuan anakan babi dan obat obatan, sehingga proses pencegahan virus ini lebih awal. “, ungkapnya.

Lazarus Kasia Kepala Desa Waiwadan mengatakan terkait serangan virus ASF pada ternak babi di wilayah desanya akhir akhir ini meningkat. Sabtu, 16/01/2021. Mengenai merebaknya virus ASF, dikatakannya sudah melakukan konsultasi dengan dokter hewan namun, hingga saat ini belum ada obat untuk menyelamatkan ternak babi dari virus ASF.

” Kemarin kita konsultasi dengan dokter hewan, dokter hewan bilang, obat untuk virus babi sampai sekarang kan, belum ada “, tandasnya. Dijelaskannya, kita sudah mendapat surat dari pihak dinas terkait, meminta untuk melakukan pendataan, hingga saat ini kita masih data. Untuk sementara, di dusun 1 ada 40 an atau 50 an babi yang mati karena virus, sementara dusun 2 dan dusun 3 sudah banyak babi yang mati. Saat ini masih dalam proses pendataan, kurang lebih ada 80 – 90 % ternak babi yang sakit akibat serangan virus tersebut.

Tambahnya, kami sebagai pemerintah desa, mengikuti apa yang disampaikan oleh pihak dinas tapi, keputusan atau langkah apa yang harus di ambil untuk masyarakat, kami sendiri belum tau. Kami pihak desa juga berharap agar dinas terkait bisa memberikan perhatian terhadap masyarakat kami yang menjalankan usahanya sebagai peternak babi, yang saat ini sedang mengalami musibah karena serangan virus ASF terhadap ternak babi milik mereka.

” Kami dari desa berharap juga kalau bisa dari dinas paling kurang bisa bantu untuk masyarakat sedikit “, tutur Lazarus. (Fren Boly)

Tinggalkan Balasan