DiponCyberLembata, Hampir setahun Indonesia berperang melawan virus Covid-19, yang awal mula virus ini berasal dari Wuhan China, namun angka kasus aktif Covid-19 terus meningkat . Pemerintah Nasional hingga daerah, terus berupaya memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19. Upaya pencegahan virus tersebut, di lakukan dengan mutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 hingga,  ke tingkat Desa seperti halnya dilakukan oleh Pemdes Pada. Selasa, 02/02/2021.

Operasi justisi dengan penerapan sistem satu pintu dilakukan oleh Pemerintah Desa, DPD dan Tokoh Masyarakat Desa Pada. Hal ini bertujuan untuk mencegah Virus Covid-19 masuk Desa. Penjabat Kepala Desa Pada  David Malik Luron menyampaikan, upaya tersebut bertujuan, agar pelaksanaan disiplin protokol kesehatan dapat, di jalankan dengan penuh kesadaran masyarakat Desa maupun, pengunjung yang hendak masuk ke Desa Pada. Hal tersebut disampaikan di ruang kerjanya Di Kantor Desa Pada Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

“ Ini bukan Lockdown Desa, tetapi ini untuk membangun kesadaran masyarakat, akan pentingnya protokol kesehatan. Kami tidak membatasi siapapun yang hendak berdatang ke Desa Pada, jika menaati protokol kesehatan (prokes) ”, kata Luron.

Pola satu pintu yang diterapkan dengan menutup semua akses jalan dan lorong, dari jalan raya masuk ke Desa Pada dan, membolehkan melewati jalur yang mengarah ke Kantor Desa, dengan petugas keamanan yang sigap memberikan pelayanan, sesuai dengan standar prosedur kesehatan yang berlaku.

Kebijakan ini telah disepakati melalui Musyarawah Desa bersama BPD dan, tokoh masyarakat, yang dituangkan ke dalam berita acara. “ Musyawarah Desa, dengan menyepakati kebijakan sesuai instruksi Bupati Lembata Eliaser Yentjie Sunur dalam rapat Pamong Praja Denagan Seluruh Kepala Desa di Kuma (28/01/21) lalu ”, imbuhnya.

Luron mengajak seluruh masyarakat Desa Pada, untuk disiplin dan patuhi protokol kesehatan, sebab jalan keluar untuk dapat terhindar dari Covid-19 dengan cara mematuhi Prokes. Saat ini penularan Covid-19 untuk NTT dan Lembata terlebih khusus terus meningkat.

“ Mengingat di Lembata ini ada 4 orang yang meninggal akibat kasus aktif virus Covid-19, dengan upaya tersebut, sekiranya dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 untuk masuk Desa Pada ”, ungkap Luron mengakhiri pernyataannya. (ML)

Tinggalkan Balasan