DiponCyberEnde, Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, dilakukan untuk petugas medis Puskesmas se-Kabupaten Ende. Vaksinasi Covid-19 untuk Puskesmas Maurole, berlangsung di depan Puskesmas Maurole. Seluruh petugas medis di ruang lingkup wilayah Puskesmas Maurole menjalani vaksinasi Covid-19, sebelum vaksinasi dilakukan, petugas medis jalani pemeriksaan kesehatan dengan skrining 4 meja. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tingkat Kecamatan Maurole berlangsung dengan baik. Selasa, 09/02/2021.

Pelaksanaan vaksinasi ini di koordinir langsung oleh Kepala Puskesmas, hadir pula Camat Maurole, Kapolsek Maurole dan Danramil Maurole menyaksikan langsung dan mengkawal proses vaksinasi tersebut.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali, untuk penerima vaksin dan, akan di vaksinasi lagi 2 minggu kemudian, kepada orang yang pernah divaksin kali pertama. Hal ini disampaikan oleh petugas medis Puskesmas Maurole Bernadinus Basi yang juga menerima vaksinasi Covid-19.

“ Ini vaksinasi Covid-19 pertama, yang diperuntukan khusus bagi petugas medis Puskesmas Maurole. Setelah vaksinasi tahap pertama, kami akan di vaksinasi lagi tahap kedua, pada 14 hari kemudian setelah menerima vaksinasi tahap pertama. Vaksin ini jenis CoronaVac produksi Sinovac”.  Basi melalui WA kepada Dipon Cyber.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Maurole berlangsung dari 09 Februari 2021 sampai dengan Maret 2020. Pemerintah Nasional memprioritaskan terlebih dahulu penerima vaksinasi dari kalangan petugas medis dan kalangan pejabat negara. Petugas medis di utamakan sebab, petugas kesehatan bersentuhan langsung dengan pasien terpapar Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerangkan  vaksin Covid-19 jenis sinovac di kembangkan dari virus utuh yang sudah di matikan Inactivated Vaccine  metode ini terbukti manjur digunakan juga pada vaksin flu dan polio. “ Hanya saja vaksin yang dibuat dengan cara tersebut membutuhkan fasilitas laboratorium khusus untuk mengembangkan virus atau bakteri dengan aman. Waktu produksinya relatif lama, kemungkinan butuh 2 atau 3 dosis suntikan” tulis WHO di berbagai akun medsosnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac pada 11 Januari 2021. Adanya izin tersebut, maka vaksin CoronaVac produksi Sinovac legal dan layak untuk digunakan dalam vaksinasi Covid-19.

Orang pertama yang divaksinasi dengan vaksin CoronaVac produksi Sinovac adalah Presiden Joko Widodo, pada 13 Januari 2021 oleh Vaksinator Prof. dr. Abdul Muthalib, SP. PD KHOM Wakil Ketua Dokter Kepresidenan yang di bantu asistes medisnya. Vaksinasi pertama Presiden berlangsung di teras Istana Kepresidenan Jakarta. (AA).

Tinggalkan Balasan