DiponCyberJakarta, Berlangsungnya puncak peringatan Hari Pers Nasiona (HPN ) di Istana Negara secara virtual di awali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. HPN 2021 di hadiri oleh pejabat tinggi negara diantaranya Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyala Mattalitti, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju di antaranya Menkoinfo Jhonny G. Plate, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Ketua PWI Atal Sambiring Depari dan tetamu undangan lainya baik  yang hadir langsung di Istana Negara bersama Presiden di Ancol, dan secara virtual lainya di seluruh daerah Indonesia. Tetamu undang luar negeripun menyempatkan diri untuk ikuti puncak HPN 2021 di antaranya Para Duta Besar Negara-negara sahabat, perwakilan wartawan dari Asean dan Asia Pasific.

Di kesempatan sambutan pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selaku tuan rumah penyelenggara menyampaikan rasa terimakasih dimana Jakarta terpilih sebagai tuan rumah HPN 2021. Dalam sambutannya Anies Baswedan  berharap momentum HPN di tengah pandemi dapat di jadikan sarana untuk memperkokoh sinergisitas dan kolaborasi antara pers, pemerintah dan masyarakat. Pada kesempatan itu pula Anies berbangga dan mengklaim di hadapan Presiden dan hadirin lainya berdasarkan data dan informasi yang dimilikinya Jakarta kini, tidak lagi sebagai masuk dalam daftar 10 besar sebagai kota termacet di dunia.

“ Jakarta pada tahun 2020 ini keluar dari daftar 10 besar kota termacet di dunia. Biasanya kita ingin masuk ke 10 besar, tapi kalau urusan masuk kita ingin keluar. Ditahun 2017 Jakarta nomor 04 di dunia, 2018 nomor 07, 2019 menjadi nomor 10 dan, di tahun 2020 kita menjadi rangking 31 “, ujar Anis dalam sambutanya (Selasa,09/02/2021).

Sementara itu dikesempatan sambutan kedua Ketua Umum  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari dalam sambutannya menegaskan pers dan media, dituntut tugas kemanusiaan menjadi jembatan komunikasi dan informasi. Wartawan yang diterjunkan oleh Dewan Pers untuk bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sebagai ujung tombak, fellowship jurnalism ubah perilaku agar masyarakat sadar protokol kesehatan.

“ Pers sebagai mulut, telinga, mata, otak, hati dan, sebagai jiwa bangsa ”, kata Atal.

Ketua PWI dalam sambutan menyampaikan  penghargaan yang di raih oleh berbagai pihak. Diantaranya penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinugoro, Medali Emas Kemerdekaan Pers, Anugerah Kebudayaan dan peraih Pena Emas.

“ Pemberian penghargaan anugerah jurnalistik Adinugoro sebagai puncak prestasi wartawan dalam penulisan jurnalistik, fotografi dan karikatur. Medali emas Kemerdekaan Pers sebagai penghargaan tertinggi pada HPN kali ini. Kami persembahkan kepada Bapak Doni Monardo Ketua Satgas penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB. Kami juga memberikan anugerah kebudayaan untuk 10 Kabupaten atau Walikota, yang berjasa dalam memajukan kebudayaan dan literasi media. Tidak lupa pula kami memberikan penghargaan Pena Emas untuk, Gubernur Kalimantan Selatan Bapak Sahbirin Noor ” ungkapnya.

Pada sambutannya Presiden Republik Indonesia Hj.Ir Joko Widodo mengucapkan terimakasih kepada insan pers dalam mengedukasikan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesahatan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan tepat. Disaat pandemi ini, pers menempatkan diri sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pada sambutan Jokowi juga menginformasikan tentang belanja negara terkait vaksin Covid-19, yang saat ini sedang berlangsung vaksinasi dan wartawan akan mendapatkan prioritas Vaksin untuk 5000 orang wartawan, bersamaan prioritas penerima vaksin seperti, para pelayan masyarakat, tenaga kesehatan dan, para pedagang di pasar menjadi prioritas penerima vaksin untuk di vaksinasi.

Untuk mendukung eksistensi, kedaulatan data ekonomi pers dan, keberlangsungan pers, dari terpaan krisis yang menimpa industri media, pemerintah telah menerbitkan PP Post Telekomunikasi dan Penyiaran. Jokowipun menghendaki kepada para menteri terkait, untuk mengeluarkan peraturan menteri terkait publish right.

“ Pemerintah terus membuka diri terhadap saran dan masukan-masukan dari pers, jasa insan pers sangat besar untuk kemajuan bangsa selama ini dan yang akan datang “, ujar Presiden.

Di akhir sambutannya, Jokowi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menanggulangi krisis yang menerpa bangsa dan negara seperti krisis kesehatan dan krisis ekonomi. “ Mari kita sama-sama membangun harapan masyarakat optimisme dan kita ingin berhasil melakukan penanganan krisis kesehatan dengan penanganan krisis ekonomi dan juga ingin meraih banyak lompatan-lompatan kemajuan “, Ucap Jokowi akhiri sambutanya. (AA).

Tinggalkan Balasan