DiponCyberEnde, Berdasarkan pengamatan kami dan juga dari diskusi dengan warga, lurah dan, Kapus Onekore. Menurut kami adalah, langkah preventif penyebaran covid, dan pendekatan psikologis, persuasif serta, media yang sangat efektif dan, menjamin kenyamanan masyarakat. Rabu, 27/01/2021

” Covid itu ada, dan akan menyerang siapa pun maka, ISOLASI bukan untuk di kucilkan orangnya, tetapi di dekati dengan pendekatan edukatif berdasarkan Prokes “, ungkap Lurah Onekore Yohanes B. Hami, di kantornya.

Beberapa langkah yang di terapkan, berdasarkan kebijakan sekaligus kewajiban petugas demi kemanusiaan. Di sisi lain, ketika kabupaten ini mengalami kehabisan anggaran Covid sebagai berikut :

  1. Pemerintah Kelurahan Onekore dalam hal ini, Lurah Onekore, Kepala Puskesmas Onekore, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore, Babinsa Kecamatan Ende Tengah, melakukan Edukasi dan Sosialisasi kepada seluruh Ketua RT/RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat/Adat bertempat di kantor Kelurahan Onekore berkaitan pencegahan dan, penanggulangan Covid-19, termasuk di dalamnya adalah tata cara melakukan isolasi mandiri bagi, warga yang hasil Swab Antigen maupun Swab PCR dinyatakan Positive.
  2. Membuka layanan informasi terkait covid-19 melalui Group Whatsapp, Info Kelurahan Onekore yang beranggotakan Lurah Onekore, Kepala Puskesmas Onekore, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore, Babinsa Ende Tengah, 41 Ketua RT, 10 Ketua RW.
  3. Ketika data dari hasil tes Swab Antigen, maupun PCR menunjukan positif ataupun reaktif, petugas Puskesmas bersama Satgas Kelurahan Onekore yg terdiri dari Pemerintah Kelurahan Onekore, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore dan, Babinsa Kecamatan Ende Tengah, dan Kasi Pem & Trantib Kelurahan Onekore, langsung bergerak melakukan tracing untuk mengecek by name, by address, dan memastikan yang pernah melakukan kontak erat, dengan sebelumnya menyampaikan informasi hasil Swab antigen ataupun PCR kepada Ketua RT/RW setempat.
  4. Melakukan pengawasan sesuai protap, dengan edukasi dan mensosialisasikan kepada pasien, anggota keluarga dan, masyarakat di sekitar atau tetangga terdekat, bersama Ketua RT/RW.
  5. Petugas Puskesmas memperhatikan dari aspek medis, pihak kelurahan terkait keamanan, pengawasan serta, akomodasi atau logistik yang di butuhkan oleh pasien dan keluarga.
  6. Terkait Aspek medis, petugas di samping memberikan standar prokes, pemeriksaan kesehatan, edukasi, memberikan vitamin, untuk menjaga imun tubuh.
  7. Untuk Satgas kelurahan Onekore, memperhatikan dan melakukan pengawasan terhadap pasien agar TIDAK KELUAR RUMAH atau berkomunikasi secara langsung dan TIDAK MENERIMA TAMU dan mematuhi prokes. Di ikuti dengan memperhatikan segala kebutuhan pasien, baik makan, minum, pulsa listrik, pulsa hand phone dan, kebutuhan lainnya. Melalui komunikasi via hand phone ke pihak kelurahan, melalui Ketua RT/RW untuk menghubungi keluarga terdekat pasien (keluarga pasien yang sedang diisolasikan). Apabila tidak memiliki keluarga, akomodasi atau logistik, disiapkan secara swadaya oleh warga melalui Ketua RT, dan setelah selesai masa isolasi, baru diselesaikan oleh keluarga yg melakukan isolasi mandiri.
    Cara mendistribusikan seluruh kebutuhan logistik, bagi rumah isolasi mandiri adalah dengan menyediakan meja di depan rumah, keluarga atau Ketua RT atau warga lainnya menaruh atau meletakan di meja, dan setelah beranjak, baru keluarga di dalam rumah mengambilnya. Dalam menyiapkan kebutuhan ini, pihak kelurahan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan, bekerja sama dengan warga di sekitar untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetap atas koordinasi dengan pihak kelurahan.
  8. Hal ini, dilakukan sampai dengan pasien atas jangka waktu isolasi mandiri selesai dan, juga atas hasil tes terakhir di anggap sembuh.
  9. Dari langkah yang di ambil ini hampir sebagian besar pasien di kelurahan Onekore, sembuh atau negatif hasilnya ketika di tes akhir.

Semoga dari uraian dan langkah, serta kebijakan dari Kelurahan Onekore dan Puskesmas Onekore, bisa menjadi model atau, contoh penanganan isolasi mandiri di Kabupaten Ende secara keseluruhan.
Ini hanya model dari Kelurahan Onekore mungkin juga kelurahan atau desa yang lain juga berlaku sama. Mari kita shering untuk, kebaikan dan kesehatan bersama. ( Antonius Jata ).

Tinggalkan Balasan