DiponCyberMaumere, Sekelompok seniman jalanan Maumere, yang tergabung dalam Komunitas Ikatan Pelukis Indonesia Cabang Sikka (IPI), dan berbagai Komunitas lain diantaranya, UKM Nusa Nipa Art (NIPART), Komunitas Pemuda Sadar Lingkungan (KPSL),  Ateck Tatto, R2 Art Richo Painting merayakan hari Graffiti se-Indonesia yang bertepatan dengan Valentine Day. Mereka mengungkapkan rasa kasih sayangnya, dengan melawan aksi fandalisme. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa pihak diantara COFFESHOOP maumere dan UD. SARANA UTAMA (Bpk. Andry Asaleo), PMKRI Cabang Maumere, Kribo Desain dan Paragon.

Bukti cinta dan kasih sayang, para seniman jalanan Maumere ini  menghasilkan bentuk lukisan mural dengan tema “INDOGRAFFDAY 2021” sepanjang dinding tembok ± 28 M persegi, di sebelah barat eks pintu masuk pelabuhan LORENS SAY Kota Maumere (Pertigaan Kampung Buton). Kegiatan melukis mural ini dimulai dari tanggal 14 Februari sampai dengan tanggal 15 Februari 2021.

Mikael Ricardus Sengi atau Riko, Ketua IPI Cabang Sikka  sangat bangga bisa berbuat sesuatu untuk merayakan Valentine Day dengan melakukan kegiatan ini.

“ Saya bangga bisa berbuat sesuatu, sebagai bentuk ungkapan cinta dan kasih kami, saya dan teman-teman kepada Nian Tanah, dengan melakukan aksi melawan Fandalisme. Hanya melalui seni kami bisa sampaikan isi hati kami ”, tutur Riko, Komandan KPSL  dan IPI Cabang Sikka yang sering mengikuti lomba mural diberbagai event nasional.

Ia bersama teman-teman komunitas, secara tidak langsung ingin memperkenalkan kesenian mural kepada masyarakat, dimana tidak hanya dalam bentuk tulisan tapi bisa juga dalam lukisan.

Konsep Mural, terkadang lebih pada isu sosial. Gambar yang dibuat, tak hanya menggunakan cat semprot. Media cat tembok, cat kayu, atau pewarna apapun bisa digunakan.

“ Dengan segala keterbatasan, kami membuat lukisan Mural ini, adalah persembahan dari komunitas kami, walaupun hanya  menggunakan sisa-sisa cat, dan walaupun tanpa perhatian dari Pemda Sikka tapi kami tetap semangat berbuat sesuatu untuk Maumere ”, lanjut Riko.

Marsianus Paul Elbi Serli, Ketua UKM NIPAART pun menuturkan, kegiatan ini adalah suatu kegiatan positif, yang dituangkan oleh seniman – seniman lokal, dengan caranya sendiri dan, melalui karya Mural grafiti kami memberikan edukasi & sekaligus turut memeriahkan kegiatan ini.

Ini merupakan inisiatif kami para seniman mural di Maumere. Kami para seniman mural turun ke jalan, dan aksi yang kami buat adalah aksi mural dan pesan moral.

” Aksi ini sengaja dibuat di lokasi keramaian, yang banyak dilihat orang sehingga, bisa mudah dilihat dan masyarakat belajar dari mural yang kami buat “, katanya. ( WY )

Tinggalkan Balasan