DiponCyberJakarta, Menko Luhut menginstruksikan untuk seluruh Kementrian atau Lembaga ( K/L ) terkait untuk mengimplentasikan program padat karya ini sebelum bulan Ramadhan tiba, agar masyarakat para pekerja nantinya, ketika memasuki bulan Ramadhan hingga Idul Fitri dapat merasakan dampaknya. Paling tidak sekitar 30-40 persen dari anggaran padat karya ini adalah untuk belanja upah.

“ Keberhasilan 2020 dapat menjadi contoh yang baik agar seluruh K/L terlibat dapat bahu-membahu dalam menyukseskan program padat karya ini di tahun berikutnya ”, jelas Menko Luhut.

Rencananya, akan ada tiga aktivitas utama yaitu, pembuatan struktur terumbu karang buatan, penenggelaman eks-kapal KRI sebagai Terumbu Karang Buatan, dan wreck dive, juga pembuatan kapal riset pesisir untuk monitoring terumbu karang.

Pada saat menggelar rapat koordinasi, antar kementerian dan lembaga yang terkait secara virtual, Senin 15/02/21. Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mengagendakan pembahasan perkembangan terkini program Padat Karya di 34 Provinsi.

“ Kita semua ini harus bersinergi, agar berbagai aspek dapat memberikan kontribusi dan, mendistribusikan dana PEN dengan baik. Kita jalankan pesan Presiden terkait ini, jangan hanya dimanfaatkan untuk bansos, tanpa ada pemanfaatan jangka panjang ”, lanjut Menko Luhut.

Beberapa program padat karya, seperti terumbu karang, mangrove, desa wisata, dan garam rakyat, akan mulai dilaksanakan untuk menyerap tenaga kerja, khususnya di wilayah padat penduduk. Contohnya, yang sedang berlangsung di Kementerian PUPR, di mana akan mempekerjakan sebanyak 1,2 juta orang, dari program padat karya proyek infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan drainase. Luhut juga meminta agar program padat karya menyasar daerah-daerah padat penduduk, sehingga bisa menyerap banyak orang dalam program ini.

Tiap-tiap K/L yang telah menjabarkan rancangan program PEN yang ada, diminta untuk terus bersinergi, dan bahu-membahu dalam memulihkan perekonomian masyarakat di masa pandemi ini. Tiap bulannya, Menko Marves akan mengkoordinasikan evaluasi terkait PEN, hingga bulan April mendatang, dan akan diadakan pelaporan secara langsung ke Presiden terkait hal tersebut. Diharapkan, program PEN tiap K/L ini akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat.

Adapun tujuan lain dari program ini, mengurangi angka pengangguran disebabkan pada masa pandemi Covid-19. Sekarang ini, angka pengangguran meningkat drastis. Program Padat Karya melibatkan berbagai kementerian dan, lembaga terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPPT, TNI AL, Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi. ( AA )

Tinggalkan Balasan