DiponCyberMaumere, Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Nipa Maumere, menggelar aksi protes didepan halaman gedung Rektorat UNIPA Maumere Rabu, 24/02/2021.

Dalam aksi tersebut mahasiswa meminta penjelasan dan klarifikasi dari pihak Universitas terkait pencatutan nama BEM UNIPA pada baliho dalam rangka penyambutan Presiden Republik Indonesia IR. H. Joko Widodo yang melakukan kunjungan kerja dan peresmian bendungan Napun Gete.

Baliho yang dipajang disimpang tiga jln. Adi Sucipto depan Hotel Permata Sari Maumere, yang mana didalam baliho tersebut tercantum tulisan Badan Eksekutif Mahasiswa dan Segenap Mahasiswa Generasi Milenial Universitas Nusa Nipa, dalam Menyambut Hangat Kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo di Kabupaten Sikka – Nusa Nipa – Pulau Flores, dan dalam baliho terpampang juga foto Ketua Yayasan Nusa Nipa, dan empat mahasiswa yang bukan bagian dari BEM UNIPA.

Pantauan media, masa aksi dipimpin langsung oleh Sekretaris BEM UNIPA, Saudara Remigius Nong. Dalam orasinya ia menyesalkan pencatutan nama lembaga BEM UNIPA dan foto pada baliho yang bukan pengurus BEM UNIPA, tanpa sepengetahuan pengurus BEM UNIPA Maumere.

” Pihak Universitas telah melakukan pembunuhan karakter dan mencederai marwah Eksekutif Mahasiswa, dengan terpajangnya baliho itu “, terang Remigius Nong.

Pada kesempatan lain, Dr. Gregorius K. G. D Gobang, S. Fil, MA selaku wakil Rektor I, mengklarifikasi aksi yang dilakukan oleh BEM UNIPA. Beliau menuturkan terkait pencatutan tersebut tidak ada hal substansial yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Pas pro toto; satu untuk semua, mahasiwa yang terpampang dalam baliho tersebut merupakan perwakilan semua mahasiswa Universitas Nusa Nipa, termasuk BEM UNIPA didalamnya.

Beliau mengharapkan, kontribusi nyata dari mahasiswa untuk suatu tujuan yang mulia perlu di kedepankan. Dirinya turut menyesalkan dengan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, karena di anggapnya tidak substansial.

” Poin-poin yang disampaikan oleh peserta aksi sangat tidak subtansial. Yang dipersoalkan dimedia sosial, seolah-olah menghina wajah kampus kita (UNIPA). Kampus UNIPA adalah kampus yang demokratis “, tutur Gregorius. ( WY )

Tinggalkan Balasan