DiponCyberEnde, Tumpukan material longsor menutupi badan jalan hingga mengakibatkan lalulintas kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Numba menuju Golulada, menghubungkan dengan kecamatan Detusoko, macet. Jumat, 26/02/2021

Kepala Desa Numba Daniel Dani saat dikonfirmasi menyampaikan, badan jalan dari Desa Numba menuju Desa Golulada saat ini dalam kondisi parah. Hal ini diakibatkan, badan jalan tersebut tertutup tanah tebing yang longsor akibat hujan beberapa waktu lalu.

Lanjutya, dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten Ende, bisa menyikapi serius terkait dengan kondisi fisik jalan Numba – Golulada agar lalulintas kendaraan bisa normal kembali.

” Kepada pemerintah kabupaten ENDE, terlebih khususnya dinas terkait, tolong mengatasi dulu akses jalan ini, karna ada beberapa sumber pendapatan ekonomi yang ada di dua Desa ini lumpuh, dan masyarakatpun merasa kesulitan, akibat akses jalan yang tidak mendukung “, ungkap Daniel Dani

Toko masyarakat Desa Numba Kornelis Dei mengatakan, terkait dengan pembangunan jalan dengan jarak tempuh 1,5 Km dari Ratelaki menuju Desa Golulada, saat itu menggunakan Dana APBN, tahun anggaran 2019. Lamjut ia, saat itu dijanjikan juga bahwa, di tahun anggaran 2020, akan melanjutkan pembagunan jalan menuju Boafeo. Namun, hingga saat ini, pekerjaan tersebut tak kunjung muncul.

” Akan di tindak lanjuti pembangunan infrastruktur jalan menuju Boafeo di awal tahun 2020, tau-taunya sampai tahun 2021 belum ada yang realisasi, maka kami minta kepastian dari Pemda Ende dan dinas terkait “, terang Kornelis

Kornelis juga menyampaikan kalau memang belum bisa menindak lanjuti, karna dengan situasi pendemi ini, maka kami minta kepada pemerintah Kabupaten dan dinas terkait tolong atasi dulu jalan dari Numba menuju
Gololada. karna melihat kondisi jalan dalam keadaan Rusak parah akibat longsor, maka semua material longsor tumpukan di jalan. dan semua kendaraan roda empat tidak bisa lewat, tutur kornelis

Warga Desa Numba Bertolomeus Betu Rati menyapaikan, dirinya berharap bahwa pihak pemerintah kabupaten terlebih kuhsunya Bupati ENDE segera memerintahkan dinas terkait untuk mengatasi masalah lalulintas yang macet di lokasi tersebut.

Ahkir-ahkir ini transportasi masyarakat Desa Numba tersendat, seperti kendaraan roda empat yang tidak bisa lewat. Karena faktor jalan tidak mendukung, maka masyarakat setempat berangkat lebih menggunakan kendaraan roda dua dan ini sangat memperhatinkan sekali “, tandas Bertolomeus.

Dirinya menambahkan, kondisi jalan menuju dua Desa yaitu, Desa Numba dan Desa Golulada memprihatinkan. Sisi lain, penghasilan ekonomi sangat berpotensi, yang disuport dari komoditi pertanian dari wilayah tersebut misalnya kamiri, kopi, kakao, cengkeh, dan sebagainya. Kalau tidak diperhatikan maka, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tentunya menurun.

” Kalau tidak di dukung dengan akses jalan, maka semua pertumbuhan ekonomi lumpuh total. Kita mengharapkan bahwa, ini harus cepat di tanggapi oleh pemerintah daerah terlebih kuhsusnya Dinas PUPR Kabupaten Ende “, ungkap mantan aktivis PMKRI yogjakarta. ( AS )

Tinggalkan Balasan