DiponCyberEnde, Pegelaran peradilan semu (kelompok pidana dan kelompok perdata) tahun akademik 2020/2021 Fakultas Hukum, Universitas Flores, berlangsung di ruangan Fakultas Hukum. Kegiatan ini, dilibatkan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Hukum semester 7, agar mahasiswa dapat memahami proses dari aplikasi peradilan, pada sidang contoh kasus yang digelar. Sabtu, 27/02/2021.

Peserta mahasiswa Peradilan Semu, yang juga PNS tenaga Kementrian Perhubungan, mengapresiasi terkait pegelaran peradilan semu yang dilakukan di Fakultas Hukum Universitas Flores. Dirinya merasa bangga, karena dalam pegelaran peradilan semu, banyak hal yang dipahaminya berkaitan dengan hukum. Ia berharap, agar anak muda Kota Ende, bisa bergabung di Fakultas Hukum Uniflor karena, ini satu satunya lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kota Ende.

” Anak muda Kota Ende, harus bisa melihat potensi yang ada di Uniflor, dan satu satunya lembaga pendidikan tinggi yang memiliki Fakultas Hukum. Karena di hukum banyak hal yang bisa di pelajari, sebab, di semua bidang ada ilmu hukum “, tandasnya.

Ketua Panitia pegelaran Peradilan Semu dan juga Ketua LBH Universitas Flores Bernadus Basa Kelen mengatakan, pegelaran peradilan semu merupakan kegiatan yang sering dilakukan untuk mahasiswa dan mahasiswi semester 7 Fakultas Hukum.

Tambahnya, terkait kegiatan peradilan semu, agar mahasiswa memahami tentang hukum perdata dan hukum pidana. Kedepan, ketika berhadapan dengan dunia praktis mereka sudah memiliki pengetahuan yang cukup.

” Kegiatan peradilan semu digelar, agar mahsiswa bisa memahami tentang hukum perdata dan hukum pidana. Sehingga, ketika masuk dunia praktis mereka sudah memiliki pengetahuan yang ada “, terangnya.

Dekan Fakultas Hukum Lino Seda mengatakan, peradilan semu ini di aplikasikan pada mahasiswa Fakultas Hukum, agar mereka mengenal hukum tidak hanya teori, tapi juga lewat aplikasi peradilan semu.

Tambahnya, diharapkan mereka juga mengenal hukum tata negara, hukum pidana, hukum perdata dan lain lain. Sehingga, kegiatan kegiatan seperti ini, bisa membuka cara berpikir mereka tentang keterkaitan hukum dengan kasus yang di hadapi. Salah satunya, contoh kasus yang di angkat pada peradilan semu yang sedang mereka lakukan.

” Adanya peradilan semu, mereka bisa memahami antara hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara dan, lain lain. Sehingga, mereka tidak hanya sekedar mengenal teori, tapi juga memahami dalam rangkaian proses yang sedang diaplikasikan “, tuturnya. ( AS )

Tinggalkan Balasan