Oleh: Antonius Yano Dede Keytimu, Wakil Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere.

Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa Lingkungan Hidup adalah “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

” Perilaku hidup bersih dan sehat adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat yang berorientasi sehat, Bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial.

Selain itu, program perilaku hidup bersih dan sehat bertujuan memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, kelompok, keluarga, dengan membuka jalur komunikasi, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehingga masyarakat sadar, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana ( social support ), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment ).

Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama pada tatanannya masing-masing. Manusia adalah salah satu komponen lingkungan hidup, yang memiliki ciri yang sangat berbeda dengan komponen-komponen lingkungan lainnya.

Dengan berbagai tingkah laku, corak kepentingan, keinginan ideologi, pandangan nilai dan seterusnya. Baik buruknya kualitas lingkungan hidup akan mempengaruhi kehidupan manusia. Buruknya kualitas lingkungan, dapat dikatakan adanya berbagai perubahan kondisi yang bisa berpengaruh buruk terhadap manusia. Seperti pencemaran udara, pencemaran air, kebakaran hutan, banjir, dan sebagainya.

Lingkungan hidup dikatakan berkualitas baik, jika berpengaruh positif atau menunjang terhadap kepentingan hidup makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya. Seperti menyangkut soal kenyamanan, keindahan, keserasian, kelancaran dan semua hal yang bersangkutan dengan persepsi manusia atas lingkungan hidupnya.

Sampah selalu timbul menjadi persoalan rumit dalam masyarakat yang kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Ketidak disiplinan mengenai kebersihan dapat menciptakan suasana yang tidak menyenangkan akibat timbunan sampah. Kondisi yang tidak menyenangkan ini akan memunculkan bau tidak sedap, lalat berterbangan, dan gangguan berbagai penyakit siap menghadang di depan mata dan peluang pencemaran lingkungan disertai penurunan kualitas estetika pun akan menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat, kebiasaan membuang sampah sembarangan merupakan hal yang sering dijumpai saat ini.

Hal ini terjadi di mana-mana, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini sangat menggangu baik bagi keindahan dan kenyamanan lingkungan juga bagi kesehatan orang yang ada di sekitarnya. Bina suasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimanapun ia berada (keluarga di rumah, orang-orang yang menjadi panutan/idolanya, kelompok arisan, majelis agama, dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut.

Oleh karena itu, untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu, ke fase mau, perlu dilakukan Bina Suasana.

Terdapat tiga pendekatan dalam Bina Suasana yaitu: pendekatan individu, pendekatan kelompok, dan pendekatan masyarakat umum. Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran, serta proses membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu, atau sadar (aspek knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice).

Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga serta kelompok masyarakat. Bila sasaran sudah pindah dari mau ke mampu melaksanakan boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi yang sering kali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organization) atau pembangunan masyarakat (community development). Untuk itu, sejumlah individu yang telah mau dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi.

Banyaknya permasalahan di berbagai kota Indonesia termasuk di Kota Maumere khususnya, lingkungan area Monumen Tsunami 92, selain isu pemanasan global, terdapat juga permasalahan mengenai sampah. Tidak hanya satu pihak yang harus menangani sampah, tetapi manusia yang tinggal di sekitar lingkungan itu juga bertanggung jawab dalam penaganan sampah ini. Jika proses perusakan unsur-unsur lingkungan hidup tersebut terus menerus dibiarkan berlangsung, kualitas lingkungan hidup akan semakin parah.

Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk yang paling berperan dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup, perlu melakukan upaya yang dapat mengembalikan keseimbangan lingkungan agar kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya dapat berkelanjutan. Kegiatan bakti sosial, membersihkan lingkungan Monumen tsunami merupakan salah satu bentuk dari perilaku hidup besih dan sehat. Membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah,dan cara menagani sampah dengan benar adalah hal yang perlu dilakukan di lingkungan Monumen tsunami guna mewujudkan lingkungan Monumen yang bersih, indah dan nyaman.

Melakukan sosialisasi, kegiatan bersih lingkungan, bagi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, di lingkungan Monumen tsunami yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran. Kemauan PMKRI, di lingkungan Monumen tsunami untuk hidup bersih dan sehat, meningkatkan peran aktif masyarakat lingkungan Monumen tsunami dalam bidang perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.

Tinggalkan Balasan