DiponCyber Ende, Dalam rapat gabungan partai koalisi pada, 13/03/2021 Bendahara Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat Kabupaten Ende, kini mempertanyakan kehadiran oknum kader partai Demokrat yang mengklaim kehadiran dirinya mewakili partai Demokrat, pada pertemuan tersebut. 20/03/2021.

J. F. Lama Mana Bendahara Umum dan juga Fungsionaris Partai Demokrat mengatakan, rapat gabungan partai koalisi yang dilakukan pada 13/03/2021, Demokrat secara kepartaian khususnya DPC partai Demokrat Kabupaten Ende, tidak hadir atau tidak terlibat dalam pertemuan tersebut.

Ia menilai, oknum BAR yang hadir pada pertemuan yang dimaksud, sama sekali tidak mewakili aspirasi atau suara DPC Demokrat Kabupaten Ende.

” Beliau hadir atas inisiatif pribadi, tanpa penugasan dari partai atau seperti surat mandatlah “, terangnya.

Ia menjelaskan, dalam internal partai Demokrat, ketika Ketua dan Sekretaris berhalangan, ada peraturan organisasi (PO) yang mengatur itu. Ada tingkatan atau jabatan tertentu yang diutus untuk ikut menghadiri, dan dibekali dengan surat tugas atau surat delegasi karena sifatnya krusial soal pengambilan keputusan politik menyangkut hajat hidup orang banyak. Terkait dengan kehadiran oknum kader partai Demokrat dalam pertemuan yang dimaksud, dirinya sudah berkoordinasi dengan Direktur Eksekutif yang keseharian tugasnya melakukan surat menyurat baik eksternal maupun internal partai Demokrat.

” Jadi, ketika ada oknun kader partai demokrat mengatasnamakan tanpa membekali dirinya dengan surat tugas, itu saya rasa gugur dengan sendirinya karena bagaimana pun, dalam internal partai demokrat itu ada, mekanisme partai ada PO, yang mengatur bagaimana cara untuk berorganisasi dengan baik, baik keluar maupun kedalam partai “, terangnya.

” Saya sudah cek ini juga ke saudara Tomy Dasilva, yang selaku Direktur Eksekutif merangkap Ketua Bapilu, bahwa dia tidak pernah mengeluarkan surat penugasan untuk saudara BAR, untuk menghadiri rapat koalisi pertanggal 13 kemarin. Tomy ini yang menangani administrasi surat keluar maupun surat masuk “, tegasnya.

terkait keputusan partai koalisi pertanggal 13 maret 2021, Bendahara Umum partai Demokrat dan juga sebagai Fungsionaris partai Demokrat menyatakan Demokrat tidak terlibat dalam proses pengguguran calon atas nama dr. Domi Mere karena, secara kepartaian partai Demokrat, khususnya DPC Demokrat Kabupaten Ende.

” Jadi, sederhana saya bilang bahwa partai Demokrat Kabupaten Ende, tidak terlibat dalam proses pengguguran calon atas nama dr. Domi mere, segala resiko atau apapun tindakan yang di ambil dalam rapat koalisi tersebut adalah, sikap pribadi bukan mengatasnamakan DPC partai demikrat kabuoaten ende.

Ia menambahkan, dalam setiap organisasi, ketika Ketua dan Sekretaris ada berhalangan keluar daerah, maka akan diadakan sejenis Plt. atau pelaksana harian tapi itu tidak dilakukan. Sehingga, oknum BAR tidak bisa mengatasnamakan partai Demokrat karena tidak ada mkanisme yang mengatur itu.

” Ketika Direktur Eksekutif tidak pernah mengeluarkan surat mandat atau apapun itu, terkait pertemuan koalisi pertanggal 13 maret 2021, saudara BAR tidak bisa mewakili sikap DPC partai Demokrat Kabupaten Ende “, tandasnya. (Tim/DC).

Tinggalkan Balasan