DiponCyberEnde, Berhubung sejak meninggalnya Almarhum Agus Salim, istri almarhum Dorty Banda dan wakil keluarga almarhm Agus Salim yang juga, Ketua Tan Fiziah Nadhlatul Ulama Kabupaten Ende Usman Abdul Hamid berinisiatif melakukan audiens dengan dr. Aries Dwi Lestari selaku Direktris Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende, guna membicarakan terkait kekhilafan dan kekeliruan terkait meninggalnya almarhum Agus Salim karena di Covidkan. Pertemuan berlangsung di ruang kerja dr. Aries, RSUD Ende. Jumat, 10/03/2021.

Usman Abdul Hamid sebagai wakil keluarga almarhm Agus Salim yang juga, Ketua Tan Fiziah Nadhlatul Ulama Kabupaten Ende mengatakan melalui pesan whatsaAppnya kedua bela pihak dipertemukan untuk melakukan Tabayyun atau saling memaafkan, sehingga apabila dikemudian hari bisa di kurangi terkait kejadian yang seperti ini.

” Semuanya menyadari bahwa kekhilafan dan kekeliruan haruslah dimaafkan, untuk tidak menyimpan dendam dan kebencian. Justru dengan saling memaafkan, adalah perbuatan mulia di hadapan Allah atau Tuhan pemilik kehidupan ini “, tandasnya.

Dorty Banda Istri almarhum Agus Salim menyampaikan, permohonan maaf kepada dr. Aries maupun pihak Rumah Sakit atas postingannya di media sosial terkait meninggalnya almarhum Agus Salim.

Ia menambahkan, mengenai postingannya di media sosial bahwa tidak berniat menyerang dr. Aries dan juga tidak bermaksud mempublikasikan secara luas. Hal itu dikarenakan susasana bathin sorang istri yang kehilangan suami, meninggal di vonis Covid.

” Tidak ada niat untuk menyerang dr. Aries , dan tidak bermaksud untuk di publikasikan secara luas , hal itu karena suasana bathin sebagai seorang istri kehilangan suami yang di vonis covid “, terangnya.

Dirktris Rumah Sakit Umum Daeraah (RSUD) Ende dr. AriesDwi Lestari menjelaskan, pihak RSUD Ende telah menerapkan PROKES kepada pasien maupun Jenasah penderita covid 19 dengan baik dan, menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam pelayanan dari pihak Rumah Sakit kurang memuaskan.

” Mohon maaf, khusus kepada Ibu Dorti kalau dirasakan kurang memuaskan “, pungkasnya.

Ia menjelaskan, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, tidak mungkin, mengcovidkan pasien tanpa didasari hasil tes yang prosedural, dan legal sesuai protap kesehatan.

Ia tambahkan, pada dasarnya komunikasi untuk meluruskan kembali pemahaman telah dilakukan, dan kami menerima karena alasan khilaf. Kami minta pemulihan nama baik, sehingga psikis petugas kesehatan kami, bisa bekerja dengan tenang dan semangat.

” Kami bisa menerima alasannya karena khilaf, hanya kami minta pemulihan nama baik saja, untuk memulihkan tekanan psikis petugas kesehatan kami, supaya mereka bekerja dengan tenang dan semangat “, tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan