DiponCyber Ende, Tenggelamnya perahu motor pencari ikan milik Abdul Hamid Weby warga kecamatan Pulau Ende, di perairan laut pulau Ende – Numba, mengakibatkan seorang Balita umur 1 tahun meninggal dunia dari kejadian tersebut. Sabtu, 03/04/2021.

Saat itu, perahu motor pencari ikan di tumpangi penumpang berjumlah 24 orang, berangkat dari Pulau Ende pada pukul 07.30 tujuan Numba Desa Raporendu, Kecamatan Nangapanda, tenggelam di perairan tersebut. Perahu motor yang tenggelam, di akibatkan gelombang pasang, disertai angin kencang turut menenggelamkan ke 24 penumpang dalam perahu motor pencari ikan, ungkap Ipda Kamaludin, Kapolsek kecamatan Pulau Ende.

Ia menjelaskan, mendengar informasi perahu motor pencari ikan yang membawa 24 orang penumpang tenggelam di perairan laut Pulau Ende – Numba, secara spontanitas tim pencari korban yang tenggelam terdiri dari, masyarakat, aparat desa, aparat kecamatan dan Polsek Pulau Ende, langsung melakukan pencarian. kemudian berhasil ditemukan ke 24 orang, diantaranya 23 orang penumpang selamat, sementara 1 orang penumang Balita berusia 1 tahun tewas akibat kejadian tersebut.

Penumpang berjumlah 24 orang perahu motor berhasil di selamatkan, dan 1 (satu) orang meninggal dunia an. Azim, umur 1 tahun, laki – laki, alamat Desa Ndoriwoi, terangnya.

Ia tambahkan, dari 23 penumpang yang selamat akibat kecelakaan tersebut, 17 penumpang dalam keadaan sehat dan bisa kembali ke rumah masing masing, sementara 6 penumpang lainnya, masih dilakukan perawatan medis di puskesmas Achmad Yani kecamatan Pulau Ende.

Terkait dengan jenis perahu motor pencari ikan yang tenggelam, dikatakannya, perahu motor tersebut berukuran 2, 5 GT di hantam gelombang dengan ketinggian 1 – 2 meter dari arah kiri, sehingga mengakibatkan motor miring ke kanan. Penumpang yang melihat kondisi itu, langsung melompat ke air laut dan mencari pertolongan. Pemilik perah motor pada saat itu, bertahan dengan sebuah papan sambil menggendong sdr, Azim (almarhum) kurang lebih selama 3 jam, dan ditemukan warga Desa Rorurangga.

Terkait dengan himbauan dari pihak BMKG propinsi NTT untuk masyarakat NTT yang melakukan perjalanan menggunakan lalulintas laut, untuk tetap waspada, dikarenakan cuaca buruk disertai gelombang pasang dengan ketinggian 1, 25 – 2, 5 meter, ia mengatakan, selama ini kami sudah melakukan himbauan ke masyarakat, tapi kesadarannya kembali kepada mereka sendiri.

Selama ini, kami sudah menyampaikan ke masyarakat soal cuaca buruk, untuk berhati hati melakukan penyebrangan laut, baik dari Polsek, Aparat Desa dan Pemerintah Kecamatan, namun kesadarannya kan, kembali pada mereka sendiri, tutur Ipda Komaludin. (AS)

Tinggalkan Balasan