DiponCyberEnde, Tradisi Pawai Taaruf, dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H, yang diselenggarakan oleh Panitia Gemma Ramadhan 1442 H Majelis Taklim BAHRUL ILMI, bertempat di Lapangan Voly Ball Al Fajar di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Minggu, 11/04/2021

Kegiatan Pawai tersebut diikuti beberapa perwakilan elemen masyarakat diantaranya, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Ummah, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Ummah, Taman Pengajian Qur’an (TPQ), Kelampok Pengajian dan, Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Ende.

Peserta yang mengikuti pawai diperkirakan kurang lebih 100 orang, dengan berjalan kaki dan ada yang menggunakan roda dua dan roda empat. Sedangkan rute Pawai yang dilalui peserta diantaranya, Desa Ndoriwoy – Desa Rendoraterua – Desa Pedarape – Desa Renganmange – Desa Puutara – Desa Rorurangga.

Pelepasan Peserta Pawai Taaruf dilakukan oleh Kapolsek Pulau Ende, yang diwakili Kanit Sabhara Polsek Pulau Ende Bripka Abdul Syukur, dengan titik star Lapangan Voly Ball Al Fajar, Desa Ndoriwoi menuju Lapangan Sepak Bola Ekoreko, Dusun Ekoreko III, Desa Rorurangga. Pada Acara Pelepasan, ia menyampaikan pesan pesan Kamtibmas kepada peserta pawai, agar selalu mematuhi dan mentaati protokol kesehatan diantaranya, memakai masker, menjaga jarak guna mencegah penyebaran covid-19. Sementara, Kecamatan Pulau Ende sudah dalam zona hijau namun tetap dihimbau untuk tetap waspada.

” Kita sangat apresiasi, kegiatan ini bukan bermaksud untuk bereuforia, tapi kegiatan untuk menyambung tali silaturahmi diantara umat, tentunya dimasa masih pandemi, pihak keamanan juga terus menghimbau agar tetap mengikuti Protokol Kesehatan “, ungkapnya.

Di ujung acara Pawai Taaruf, dilanjutkan dengan pemusnahan minuman keras (miras) jenis Moke, yang dilakukan oleh Kapolsek Ipda Kamaludin, dan ia meminta kepada kaula muda untuk tidak lagi mengkonsumsi miras serta, menyikapi cari hidup kaum muda dengan Berakhlakul Karimah. Pemusnahan Miras tersebut, mendapat dukungan dari Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Ende, Pemerintah Kecamatan Pulau Ende, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tooh Adat, agar masyarakat tidak mengkonsumsi lagi minuman keras (miras).

” Kita akan memusnahkan puluhan botol minuman keras, dan menghimbau kepada generasi muda untuk menyikapi cara hidupnya dengan Berakhlakul Karimah, hindari media yang berkonten pornografi yang merusak diri, pergaulan bebas, hoaks dan ujaran kebencian “, tandasnya.

Ketua LPTQ Pulau Ende, Pua Rendo S.Sos menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang luar biasa yang sudah menjadi tradisi, yang mana ketika datangnya Ramadhan umat Islam di Pulau Ende yang mayoritas, selalu menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan agar tetap semangat walaupun suasana pandemi, mereka tetap beribadah kepada Allah SWT

Tambahnya, sebagai Ketua LPTQ, dirinya mendukung Polsek Pulau Ende, karena ini merupakan upaya yang selama ini kita lakukan bersama tokoh agama, agar di Pulau Ende ini bebas dari minuman keras sesuai karekteristik orang Pulau Ende yang mayoritas Muslim

” Kami sangat bersyukur kepada masyarakat dan Bapak Kapolsek Pulau Ende, yang juga menyelipkan kegiatan Pemusnahan Miras/Moke di Kecamatan Pulau Ende, sejalan apa yang diharapkan oleh masyarakat terutama kami sebagai tokoh agama “, tuturnya.

Sementara, jumlah miras yang dimusnahkan sekitar 18 botol miras ukuran 600 ml, dan 2 botol ukuran 1, 5 lter.

Peserta Pawai menuliskan “Pray for NTT” seperti yang kita ketahui sepekan yang lalu bahwa telah terjadi bencana alam di beberapa wilayah di NTT menimbulkan korban jiwa dan materi serta memporak porandakan rumah warga. (AS)

Tinggalkan Balasan