DiponCyberEnde, Diberlakukan sistem buka tutup terhadap pengguna jalan, baik kendaraan angkutan darat maupun penumpang, di jalan trans Flores, yang beberapa waktu lalu aksesnya putus total, karena tertimbun material longsor, kini mendapat sorotan warga. Rabu, 14/02/2021.

Salah seorang warga, Aleks Jhoan kepada media ini mengatakan, terkait diberlakukan sistem buka tutup jalur trans Flores, semestinya kendaraan yang antri, tidak perlu sampai berjam jam. Menurutnya, jalur tersebut merupakan satu satunya akses dari arah Ngada atau sebaliknya dari arah Ende.

” Tidak boleh begitulah, tutup sampai berjam jam itu. Saya yakin dengan aktivitas orang begitu padat, sementara, akses lalin buka tutup berjam jam tidak boleh lah “, tandasnya.

Dikatakannya, kondisi sekarang kendaraan sudah bisa melintasi, saol penanganan material longsor bisa diatur kerja malam hari.

Ia menyarankan, waktu yang dipakai untuk tutup kendaraan lewat di lokasi tersebut dikurangi, sehingga pengguna jasa kendaraan tidak perlu menunggu berlama lama.

” Masa seperti itu tidak bisa diatur. Kalau bisa jam tutupnya jangan terlalu lama, jangan sampai 4-5 jam, semestinya 1 jam begitu, buka lagi “, tegasnya.

Ia juga menambahkan, untuk mempercepat pembongkaran material longsor yang tutup badan jalan, semestinya diberlakukan kerja lembur sampai malam. Selain itu, jumlah alat berat harus ditambah, dan kerja malam yang diberlakukan menggunakan shift malam, karena saat itu aktivitas orang kurang.

” Kalau merasa kerja tidak efektif ya, lebih baik kerjanya malam hari. Untuk memeprcepat pemnersihan material yang disebabkan oleh longsor “, tambahnya.

Ia juga katakan, dalam memberlakukan shift malam, perlu penambahan dengan penerangan yang memadai, untuk keamanan dan keselamatan pekrja. (AS)

Tinggalkan Balasan