DiponCyberEnde, Akibat longsoran material yang tertimbun di badan jalan trans Flores, dengan ukuran lebar 150 meter dan tinggi 20 meter, di kilometer 02 Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara. Kini berangsur normal, walaupun kendaraan yang melintasi jalur tersebut masih di berlakukan sistem buka tutup. Senin, 12/04/2021

Lurah Kotaratu Adha, S. Sos menjelaskan, sejak kejadian longsor, kendaraan angkutan darat baru bisa menyebrang, baik dari arah Kabupaten Ngada maupun arah Ende, dari pukul 01.00 pada 10 April. Namun, lalulintas kendaraan sifatnya sementara, karena pekerjaan tersebut belum selesai.

Ia katakan, terkait antrian kendaraan di lokasi bencana, diberlakukan sistem buka tutup, jika jumlah kendaraan yang antri terlihat banyak, maka pekerjaan di berhentikan sementara untuk kendaraan lewat. Sistemnya, tergantung pada petugas yang menginformasikan, jika dari arah timur yang lebih dulu lewat maka, dari arah barat yang tahan, ataupun sebaliknya.

Untuk jedah waktu buka tutup lalulintas, dari pukul 08.00 wita sampai pukul 12.00 wita, baru di buka untuk kendaraan melintas. Kemudian sekitar pukul 13.00 wita, jalurnya ditutup kembali sampai sore pukul 15.30 atau 16.00 wita baru dibuka untuk kendaraan angkutan darat lewat.

Ia berharap kepada pengguna jasa kendaraan, baik dalam kota maupun luar kota agar bisa bersabar, dengan kondisi yang ada.

” Mudah mudahan, semua pengguna jasa kendaraan, baik dalam kota maupun luar kota, mereka bisa bersabar, karena dengan kondisi kita semacam ini “, ungkapnya

Ia memperkirakan, lalulintas kendaraan trans Flores baru bisa normal kembali, memerlukan waktu satu (1) minggu kedepan.

” Mudah mudahan saja, satu minggu kedepan ini, pekerjaan sudah selesai “, tandasnya. (AS)

Tinggalkan Balasan