DiponCyberEnde, Ditengah masa pandemi Covid-19, Sekolah Taman Kanak Kanak (TK) Negeri Pembina, Jalan Gatot Subroto Km 04, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online. Rabu, 14/04./2021

Covid 19, dalam penyebarannya sudah hampir satu tahun atau lebih sehingga, penularan covid dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia. Adanya covid, semua aspek menjadi tidak efektif dalam melakukan rutinitas kegiatan masing masing bidang, termasuk pendidikan.

Marselina Albina Feni Kepala Sekolah TK Negeri Pembina mengatakan, Kegiatan belajar mengajar yang diterapkan para guru dalam situasi covid yaitu, mengirim tugas seminggu sekali, dengan jadwal setiap hari senin, tugas yang dikirim oleh guru untuk dikerjakan oleh anak anak didik di rumah. Selain itu, dilakukan juga tatap muka dengan anak didik lewat zoom, yang djadwalkan setiap hari Sabtu.

Ia menjelaskan, dalam melakukan KBM tatap muka via zoom, dibagi pershift, karena disekolah tersebut ada tujuh (7) kelas rombongan belajar (Rombel). Sehingga, setiap rombogan belajar dijadwalkan setengah jam untuk kegiatan online zoom dan didampingi oleh guru.

Biasanya sebelum covid, dalam memberlakukan KBM tatap muka, diterapkan beberapa metode permainan edukasi disekolah, yang mencakupi enam (6) bidang pengembangan yang diberikan, diantaranya, nilai nilai moral dan agama, fisimotorik, kognitif, sosial emosional, bahasa dan seni.

Ia juga menuturkan, selama masa pandemi, ada orang tua yang mengeluh karena kesibukan kerja, berdampak kepada kurangnya pendampingan terhadap anak belajar dirumah. Ada juga meminta sekali kali untuk tatap muka disekolah, hal itu disebabkan anak didik, jenuh berada dirumah saja.

” Saya katakan bahwa dari dinas belum berikan aturan untuk tatap muka, jadi kita masih pakai online. Mereka sepertinya bosan, hanya di rumah. Maunya sekali sekali datang kesekolah “, terangnya.

ia juga berharap kepada pemerintah, untuk membantu para orang tua, dalam memenuhi kebutuhan kuota belajar selama masa pandemi covid 19. Lanjutnya, selama ini para orang tua sudah mengisi nomor handphone lewat dapodik, tapi kuota internetnya tidak pernah diterima. Banyak orang tua yang kesulitan mendapatkan kuota internet.

” Kalau bisa, pemerintah bantu pulsa untuk orang tua, karena selama ini kami sudah isi data lewat dapodik, tapi orang tua katakan, ibu, tidak masuk pulsa yang di isi lewat data dapodik “, tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan