DiponCyberMaumere, Sosialisasi empat pilar kebangsaan, oleh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.SI. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara virtual, dengan moderator  Hendrikus Darwin Beja, S.P.,M.Si yang juga sebagai Kaprodi Agroteknologi. Kegiatan tersebut bertempat di meeting room Gedung Sapientia, Kampus Unipa. Jumad, 16/04/2021.

Kegiatan sosiallisasi ini, merupakan rangkaian kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Nusa Nipa, bersama DPR/MPR RI komisi IV yang membidangi pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kelautan, Perikanan, Kehutanan dan Lingkunganan Hidup. Turut hadir, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor UNIPA Indonesia Dr.Ir. Angelinus Vincentius, M.Si,  Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen, S.P.,MP, Kaprodi,  para dosen dan Mahasiswa/wi 

Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu dalam kesempatan itu menyampaikan, kehadiran anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si melalui virtual ini, bisa memotivasi mahasiswa-mahasiswi tentang makna empat pilar kebanggsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap, agar dapat membantu mempercepat upaya  proses penegrian Universitas Nusa Nipa, sehingga bisa terwujud kedepannya. Ia juga menuturkan di Fakultas Pertanian ada dua program studi Agroteknologi dan Agrobisnis, untuk bisa dikembangkan.

“Kami berharap dengan jejaring yang ada di kementerian pertanian, sehingga bisa membantu dalam memenuhi fasilitas yang masih kurang seperti traktor dan lain-lain, yang bisa  menunjang kerja civitas akademika Fakultas  Pertanian Universitas Nusa Nipa Indonesia”, pungkasnya.

Rektor Unipa Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPR Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si, dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan secara virtual. Ia katakan, menarik sekali singkatan yang disematkan dan akan diperjuangkan bagi  NTT yaitu soal Nelayan, Tani, Ternak. Diera digital, masyarakat dengan mudah melihat sepak terjang setiap aktivitas yang diperjuangkan, terutama dibidang pertanian, peternakan, perikanan.

“Tugas-tugas bapak, sejalan dengan visi UNIPA untuk mengembangkan kawasan kepulauan flores sebagai satu kesatuan, dimana bidang pertanian dalam arti luas merupakan prime mover yang akan mendorong kemajuan dibidang lainya, saat ini UNIPA juga merencanakan penelitian mengenai peran, fungsi bendungan Napun Gete untuk pertanian yang bermanfaat bagi kebutuhan air minum, pengairan, pertanian, perikanan dan pengembangan ekonomi kawasan”, terangnya.

Anggota MPR/DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si  memaparkan materi dengan judul Pancasila dalam tindakan bangkit dari pendemi covid 19, dilain pihak ditengah bencana banjir di NTT ini. Ia katakan, kita  tidak boleh menyerah atau putus asah, justru menjadi cambuk kita bersama, untuk bergotong royong, dan saling mengulurkan tangan. Ia tambahkan, ada empat (4) konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Pancasila dan Bineka Tunggal Ika.

“Saya mengawali Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan mengucapkan belasungkawa mendalam terhadap korban bencana alam yang meninggal di berbagai wilayah di NTT”, ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum bencana alam, petani, peternak, dan nelayan di NTT, sudah sangat menderita akibat virus Flu Babi Afrika (ASF) dan Pandemi Covid-19. Bencana Seroja semakin menyengsarakan petani, peternak, dan nelayan diantaranya rumah, ternak, lahan pertanian, kapal-kapal nelayan, hancur akibat banjir, angin deras, dan gelombang.

Namun, kita tidak boleh menyerah apalagi bencana, tidak boleh mematahkan semangat masyarakat NTT untuk segera beraktivitas, dan berjuang untuk bangkit dari segala keterpurukan.

Bung Karno pernah mengatakan, “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dibangun di atas pengalaman penderitaan”. Sejarah kemerdekaan bangsa dilahirkan dari perjuangan anak-anak muda, yang bersatu, bergerak, dan bangkit membebaskan bangsa dari pengalaman penjajahan.

“Saya sangat yakin, kaum muda NTT, termasuk mahasiswa NTT adalah  kelas progresif, revolusioner dan transformative yang memimpin dan menggerakan NTT untuk bangkit dari bencana”, tegasnya.

Ia berharap, para mahasiswa harus mendapat sosialisasi dan menginternalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika agar menjadi bekal dalam perjuangan membawa NTT bangkit dari Pandemi Covid-19, ASF, dan bencana alam.

Selain itu, melalui sosialisasi ini, para mahasiswa memiliki kesadaran dan militansi kuat dalam menghadapi ancaman radikalisme, intoleransi, narasi-narasi hoax, dan kenakalan remaja.

Soekarno, pada tahun 1934-1938, telah merenungkan-menggali nilai-nilai Pancasila di Ende, Flores, NTT. Maka, Flores (NTT) harus menjadi LAND OF PANCASILA, artinya nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

“Saya mengajak para mahasiswa untuk berbagi kepedulian kepada bencana, bergotong royong membantu korban bencana alam sebagai wujud implementasi nyata nilai Empat Pilar Kebangsaan”, ajaknya.

Beliau juga menyambut baik aspirasi Universitas Nusa Nipa, agar menjadi universitas negeri, dan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Fraksi PDI Perjuangan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kemudian akan menyalurkan  aspirasi-aspirasi lainnya yang berkaitan dengan pertanian, nelayan dan lain lain.

Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen,S.P.,MP Mengungkapkan, Fakultas pertanian dalam implementasi tridharma perguruan tinggi yaitu, dharma pengabdian kepada masyarakat maka senantiasa bekerja sama  dengan kelompok-kelompok tani di pedesaan.

“Demi ikut membangun sektor pertanian di kabupaten Sikka, hal tersebut membutuhkan dukungan penuh semua pihak diantaranya bapak anggota DPR RI  Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si”, tuturnya (WY)

Tinggalkan Balasan