DiponCyberEnde, Ditengah proses sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, menimbulkan sejumlah tanggapan dari beberapa anggota DPRD, terkait dengan sejumlah persolan yang akhir akhir ini hangat diperbincangkan di Kabupaten Ende. Salah satunya masalah perjudian, yang diangkat oleh seorang Anggota DPRD Ende Mahmud Jega alias Bento, yang akhir akhir ini juga marak terjadi. Sidang tersebut, berlangsung di Aula Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Ende, Jalan Eltari – Kota Ende. Rabu, 21/04/2021

Mahmud Jega Alias Bento Anggota DPRD Ende dari Partai Demokrat, dalam ruangan sidang paripurna mengungkapkan, merebaknya perjuadian di Ende sepertinya ada pembiaran dari pihak aparat dan oknum, sehingga perjudian berlangsung ditempat keramaian dan fasilitas umum yang dibangun pemerintah.

ia menyatakan, jika ini dibiarkan, dan berlagak tutup mata terkait perjudian yang merebak, Ia justru meminta pihak Eksekutif untuk bersama legislatif bersepakat untuk melegalkan saja judi. Sehingga, kita tinggal meminta pandangan atau pendapat dari masyarakat, so’al melegalkan judi.

“Kalau kita semua tutup mata bagus juga, tinggal kita bersepakat,  pemerintah harus bersepekat bersama Lembaga DPRD, untuk melegalkan judi. Tinggal kita hadirkan, kita minta pandangan dan pikiran dari tokoh tokoh agama”, tegasnya.

Terkait dengan dampak judi, Ia mencontohkan, ada kejadian disalah satu tempat, ada sebuah kios yang berada di jalan jalur Negara, barangnya semua diambil hanya tinggal sarimi satu (1) bungkus di kios tersebut.

Menurutnya, jika perjudian ini dibiarkan, maka banyak dampak yang tidak baik untuk masyarakat Kabupaten Ende nantinya.

“Jadi judi ini banyak memang dampaknya bagi masyarakat”, ungkapnya

Ia juga menyayangkan kepada beberapa aparat dan oknum, yang marak memback up praktek perjudian di Ende ini. Sehingga, gara gara judi berdampak kepada masyarakat yang lainnya.

Ia berharap terkait perjudian di Ende, agar bisa bongkar dimulai dari para bandar judi. (AS)

Tinggalkan Balasan