DiponCyberEnde, Saat kegiatan reses II anggota DPRD Ende tahun 2020/2021 Cypri Pendi, dari Fraksi Gerindra di daerah pemilihan II Kabupaten Ende, mendapat sejumlah keluhan masyarakat, salah satunya soal abrasi yang sering terjadi setia tahun. Hal ini disampaikan masyarakat saat reses di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro. Senin, 19/04/2021

Bencana abrasi yang melanda wilayah pesisir, Pantai utara Desa Kebirangga, telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga yang bermukim disekitar daerah pesisir tersebut.

Melihat kondisi rumah warga yang rusak diakibatkan abrasi, hingga saat ini belum ada penanganan serius oleh Pemda Ende.

Melihat kondisi seperti ini warga meminta perhatian serius, dari pemkab ende untuk segera melakukan program translok bagi warga yang bermukim di area bencana abrasi.

Petrus Kea warga Desa Kebirangga, saat sesi dialog dalam reses mengatakan, terkait dengan kondisi pemukiman warga diwilayah pesisir pantai utara Desa Kebirangga, yang sering dihantam abrasi, agar Pemda Ende bisa melakukan translok kepada beberapa warga untuk dipindahkan.

“Untuk Pemkab Ende kalau ada program untuk translok angkat saja beberapa kepala keluarga (KK) di kebirangga, untuk pindah ketempat yang lebih aman”, ungkapnya

Petrus katakan, bencana  abrasi yang terus terjadi di desa kebirangga itu, telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat di desa kebirangga yakni puluhan rumah warga menjadi rusak, ujar Petrus

Dirinya menambahkan,melihat dengan kondisi rill kita hari ini jangan kita biarkan kasihan warga kita yang terdampak.

Sementara itu, Kepala Desa Kebirangga Yoakim Sumbi menyampaikan prihatin dengan keadaan yang dialami masyarakat Maukaro yang tinggal diwilayah pesisir.

“Saya sangat prihatin terkusus warga kita di Nioniba, kalau air naik mereka mau pergi kemana, kalau ini tidak secepatnya di tangani oleh pihak yang berwenang, maka kami di kebirangga dan nioniba mau tinggal dimana’’, ujar Yoakim.

Jika keadaan masyarakat wilayah pesisir terus dibiarkan seperti ini, ia justru mempertanyakan nasib masyarakat kedepannya akan seperti apa, karena hingga kini belum ada penanganan serius, untuk penahan abrasi oleh Pemda Ende.

‘’ Kita tdak tau beberapa tahun kedepan apakah Kebirangga dan Noniba masih ada atau tidak, atau sudah terendam air laut semua’’ ujar kades Yoakim

Dirinya meminta kepada Anggota DPRD Ende Cyprianus Pendi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait Bencana Abrasi.

‘’Kepada Bapak kami Cypri, Kami masyarakat punya kerinduan yang sama untuk bisa sampaikan keluhan kami kepada Pemkab Ende, untuk secara serius menyikapi persoalan yang kami hadapi’’, ujarnya

Terimakasih banyak kepada Anggota Dewan Cyprianus Pendi yang telah memantau langsung kondisi kami di Maukaro saat terjadinya Bencana Abrasi, dan pada saat itu bersama camat dan kapolsek melakukan diskusi terkait peristiwa yang kita alami.

Menanggapi usulan masyarakat Kebirangga, Legislator Gerindra Cyprianus Pendi menyampaikan akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut.

‘’Semua usulan dan keluhan bapa mama semua sudah saya dengar, sebagai jembatan aspirasi bapa mama, saya akan terus memperjuangkan semua usulan dan keluhan bapa mama semua‘’, Ujar Cypri

Sipri menjelaskan, kegiatan reses itu untuk bisa melihat langsung apa yang menjadi persoalan, yang dialami masyarakat selama ini dan belum tersentuh oleh pemerintah, oleh karena itu, dirinya berkomitmen untuk perjuangkan aspirasi rakyat.

Terkait dengan persoalan Abrasi, Anggota DPRD Komisi III Cyprianus Pendi menjelaskan, melalui dana pokir dirinya akan memperjuangkan untuk pembangunan tanggul pemecah ombak, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan itu, diperkirakan 200 juta rupiah.

Ia juga katakan, sudah melakukan diskusi dengan pihak Kesbangpol dan pihak BPBD, terkait dengan desain penataan pantai sehingga, secepatnya bisa diatasi persoalan abrasi yang melanda Maukaro. (Tores)

Tinggalkan Balasan