DiponCyberEnde, Aksi yang ditunjukan oleh oknum pegawai Dinas P dan K Kabupaten Ende, sungguh memalukan. Pasalnya, oknum pegawai tersebut, mempertontonkan perilaku yang tidak patut menjadi contoh, sebagai pelayan masyarakat.

Berawal dari tiga (3) awak media (Metro TV, Koran NTT.com, DiponCyber.com) sedang menjalani tugas, untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pungli dalam pengelola dana bos tahun 2021 pada Dinas P dan K Kabupaten Ende. Jumad, 30/04/2021.

Sebagai Profesi Jurnalis, ketiga awak media mendatangi salah seorang pegawai yang merupakan staf berinisial “MPD” pada dinas tersebut, untuk dimintai keterangan terkait pengembalian uang yang dilakukan oleh pihak dinas kepada beberapa sekolah yang sebelumnya mengumpulkan uang untuk kegiatan bimtek.

Saat dikonfirmasi, “MPD” mengatakan, tidak bisa memberikan komentar sebelum konsultasi dengan atasan. Karena, dirinya merasa mesti sepengetahuan atasan, atau langsung bertemu dengan atasan pada Dinas P dan K.

Namun, peristiwa tersebut berujung pengancaman dari “MPD” oknum pegawai Dinas P dan K terhadap ketiga awak media ini. kejadian tersebut berawal, agar foto atau gambar vidio dirinya tidak beredar dalam konten berita atau berita di televisi.

“Saya akan lapor kalian ke Polisi, atau saya akan cari kalian”, ujarnya.

Merasa diancam, ketiga awak media diantaranya, Marcelinus M. Feni Metro TV, Korintus Rango Koran NTT.Com, Adrianus So DiponCyber.Com, langsung pulang dan menuju Polres Ende, membuat laporan serta minta keamanan dari pihak Polres Ende, dan minta perlindungan.

“MPD” dilaporkan dengan Surat Tanda Bukti Lapor, yang berdasarkan nomor laporan Polisi: LP/78/lV/2021/Polda NTT/Res. Ende, pada hari Jumad, 30 April 2021.

Marcel M Feni wartawan Metro TV mengatakan, merasa takut dengan ancaman itu, rasanya tidak bebas dalam melakukan kerja peliputan karena telah diancam oleh salah seorang oknum pegawai pada Dinas P dan K Ende.

“Saya langsung merasa takut, karena dia bilang mau cari kami. Sementara tujuan awal kami ke dia mau konfirmasi mengenai pengembalian uang ke sekolah untuk kegiatan bimtek dalam urusan dan Bos tahun 2021”, pukasnya.

Korintus Rango wartawan Koran NTT.Com mengatakan hal yang sama, dan dirinya merasa terganggu dengan ucapan nada ancaman yang dilontarkan oleh oknum pegawai Dinas P dan K.

“Saya merasa sudah tidak nyaman dalam profesi jurnalis ini, karena tujuan say mau konfirmasi, tapi malah saya diancam”, tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan