DiponCyberEnde, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM), dalam rangka menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi Universitas Flores, di Desa Ondorea Barat, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, dilakukan oleh para Dosen Universitas Flores. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 01 s/d 04 Mei. Ende, 08/05/2021.

Kegiatan PkM ini melibatkan para Dosen dari berbagai Fakultas dan Bidang Ilmu di Universitas Flores diantaranya, Dr. Reyna Virginia Nona, S.E., M.M.A., Philipus Nerius Supardi, S.P., M.Agb., Paulinus Seda, S.H., M.H., dan Murdaningsih., S.P., M.P.

Selain Dosen, juga dilibatkan mahasiswa dari berbagai Fakultas dan Program Studi yakni, Lestiana Setia Fakultas Ekonomi Program Studi Ekonomi Pembangunan, Arnoldus Yansen Boi Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi, Dafrosa Yuliana Ngelu Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum.

Ketua Kelompok Tani Moko Modhe Desa Ondorea Barat Leonardus Lasa mengatakan, Kelompok tani Moko Modhe dibentuk pada tanggal 27 Agustus 2016, melalui Surat Keputusan Kepala Desa Ondorea Barat No. 9 Tahun 2016.

Kegiatan ini dilakukan karena adanya permasalahan mitra yang ada dikelompok tani Moko Modhe diantaranya, kurangnya pengetahuan petani dalam melakukan analisis usahatani kakao, kurangnya pengetahuan petani tentang kemitraan usahatani, kelompok tani belum memiliki Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), kelompok tani belum memahami manajemen agroekosistem kebun pada tanaman kakao.

“Ini kita lakukan agar masalah yang selama ini kita alami, bisa diatasi. Membekali diri dengan pengetahuan agar kita bisa memahami, tentang permasalahan dalam kelompok yang kita hadapi selama ini”, ujarnya.

Dr. Reyna Virginia Nona, S.E., M.M.A mengatakan, PkM dilakukan karena petani masih kurang memahami tehadap analisi usahatani kakao, sehingga penyuluhan dan pelatihan analisis usahatani perlu dilakukan.

“Kita menargetkan 90 % petani kakao paham melakukan analisisnya”, ungkapnya

Philipus Nerius Supardi, S.P., M.Agb mengatakan, kelompok tani kakao, harus bisa memahami pentingnya kemitraan dalam usahatani. Karena kemitraan yang dibangun itu, akan mendukung kerja kerja dalam usahatani.

Dikatakannya, partisipasi mitra menyiapkan lokasi pertemuan dan melibatkan seluruh kelompok tani. Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan PkM seluruhnya 19 orang

“Penyuluhan tentang kemitraan perlu dilakukan, agar petani bisa mengerti tentang manfaat dari kemitraan itu”, ujarnya

Murdaningsih., S.P., M.P mengatakan, manajemen agroekosistem kebun pada tanaman kakao, dilakukan melalui kegiatan test awal dan test akhir, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan terhadap penyuluhan dan pelatihan yang diberikan.

“Petani bisa paham, pentingnya mengenal agroekosistem dalam budidaya tanaman kakao”, ujarnya

Paulinus Seda, S.H., M.H mengatakan, dalam sebuah organisasi (kelompok tani), perlu adanya legislasi kelembagaan petani, seperti AD/ART.

“Maka petani perlu didampingi untuk bisa memahami dalam pengurusan AD/ART”, tandasnya

Lanjutnya, manfaat dan keuntungan dari legalitas kelembagaan, petani bisa mengetahui tentang aturan aturan dalam organisasi, yang sudah mereka sepakati bersama. Kita dampingi itu, prosesnya melalui musyawarah mufakat.

Ia katakan, pihaknya juga memantau secara langsung, proses pelaksanaan pelatihan dan hasil. Sedangkan evaluasi dilakukan terhadap kemampuan petani melakukan analisis usahatani dan kemitraan usahatani serta cara menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kelompok.

Pelaksanaan kegiatan PkM meliputi, penyuluhan tentang analisis usahatani kakao, penyuluhan tentang kemitraan usahatani kakao, penyuluhan tentang manfaat dan peluang dari adanya legalitas kelembagaan tani, Penyuluhan manajemen agroekosistem kebun pada tanaman kakao.

Pelatihan yang diberikan pada kelompok tani diantaranya, analisis usahatani kakao, pembuatan surat perjanjian kerjasama, Pendampingan Pembuatan Surat Perjanjian Kerjasama dan, Evaluasi program.

“Kegiatan PkM berdampak positif pada kelompok sasaran, dimana pengetahuan dan keterampilan petani kakao mengalami peningkatan signifikan, yang dibuktikan dengan hasil test awal dan test akhir yang diberikan kepada petani selama kegiatan PkM”, pukasnya. (AS)

Tinggalkan Balasan