DiponCyberEnde, Merasa dirugikan dalam proses transaksi jual beli tanah di Kelurahan Tanjung, Puunaka Wawo dengan luas tanah 2000 (dua ribu) meter persegi, seharga Rp. 180. 000. 000, (seratus delapan puluh juta rupiah), Ramlin Hamid didampingi 2 (dua) orang Kuasa Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum melaporkan oknum jual tanah ke Polres Ende. Jumad, 14/05/2021

Ramlin Hamid pembeli tanah mengatakan, sesuai dengan pembelian tanah yang terletak di Kelurahan Tanjung atau Puunaka Wawo, yang dijual oleh inisial ‘GA’ yang beralamat di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah.

Luas tanah yang dijual berukuran 2000 (dua ribu) meter persegi, seharga Rp. 180. 000. 000, (seratus delapan puluh juta rupiah).

Saat urus sertifikat, pihak pertanahan kasi formulir untuk diurus dari Rt/Rw, kelurahan, dan Camat. Ketika pertanahan turun untuk pengukuran, dikomplain oleh pihak ketiga yang menyatakan bahwa tanah tersebut, tanah wakaf akhirnya dibatalkan pengukuran.

Pertanahan melakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil, hadir saat mediasi antara penjual dan pembeli sementara pihak ketiga yang melakukan komplain tidak hadir dalam mediasi tersebut.

Pada saat pihak agraria turun ukur kedua, juga dikomplain lagi dengan hal yang sama, dan terjadi lagi mediasi di Kantor Camat Ende Selatan, semua dipertemukan antara pembeli, penjual dan pihak ketiga. Namun tidak ada titik temu dalam mediasi itu.

Untuk mengembalikan hak pembeli tanah, Ramlin Hamid yang merasa dirugikan maka dibuatkan surat pernyataan yang menyatakan bersedia membayar kembali uang sebesar Rp. 180. 000. 000 (seratus delapan puluh juta rupiah) dengan jatuh tempo sampai 30 April 2021.

“Saya melaporkan lagi di kelurahan untuk minta pengembalian uang dan kelurahan memanggil mereka untuk bermediasi kemudian membuat surat pernyataan. Dalam surat pernyataan itu, mereka menyatakan membayar pelunasan uang itu, setelah tanggal 30 April 2021, namun sampai dengan jatuh tempo yang sudah disepakati, mereka belum mengembalikan uang”, ungkapnya.

Itikad baik ditempuh oleh Ramlin Hamid dengan mengunjungi rumah ‘GA’, untuk minta pengembalian uang, namun jawaban yang diperoleh uang sudah habis

“Jadi saya merasa dirugikan uang saya hilang, akhirnya saya minta uang itu dikembalikan sejumlah 180 juta karena jatuh tempo yang disepakati sudah lewat”, tandas Ramlin

Safrudin A. Mansur, S.H kuasa hukum dari Ramlin Hamid mengatakan, hari ini kami melaporkan saudara GA ke pihak Polres Ende dengan Nomor Laporan; LP / 85 / Res. 1. 11 / V / 2021 / Polda NTT / Res. Ende, hari Jumat, 14 Mei 2021.

Kami bersama klien kami, merasa dirugikan karena uang Rp. 180. 000. 000, (seratus delapan puluh juta rupiah) yang diberikan untuk proses jual beli tanah yang ternyata bermasalah.

Permasalahan itu sudah dimediasi, dan mereka bersedia mengembalikan uang senilai Rp. 180. 000. 000, karena tidak ada itikad baik dari mereka bersedia mengembalikan maka kami laporkan persoalan ini ke Polres Ende.

“Kami berharap, Polres Ende segera menindaklanjuti laporan ini sehingga proses ini terang benderang”, tegasnya

Tobias Tola, S.H yang juga kuasa hukum dari Ramlin Hamid mengatakan, hari ini, kami mendampingi klien kami melaporkan kasus ini agar diselesaikan secara hukum, sehingga hak klien kami bisa diperoleh kembali.

Klien kami merasa dirugikan karena uang 180 juta itu, belum dikembalikan oleh terlapor, oleh karena itu kami minta supaya uang 180 juta dikembalikan ke klien kami karena sudah lewat dari jatuh tempo 30 April 2021.

“Hari ini saya bersama rekan saya Rudi, siap mendampingi klien kami untuk memproses agar hak klien kami bisa diperolehnya kembali”, tuturnya. (AS)

Tinggalkan Balasan