DiponCyberEnde, Kita targetnya 50 sampai 60 orang sudah selesai urusnya, dan mereka bisa bawa pulang memang Kartu keluarga (KK), kalau administrasi kependudukan yang lain, pelayanannya tetap seperti biasa, intinya persyaratan lengkap.

Ketika pelayanan Disdukcapil Ende menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu, kini model pelayanan terbaru dan jurus jitu Disdukcapil Ende dan dibantu satu (1) unit mobil keliling pelayanan data kependudukan (Gerugiwa) telah memberikan angin segar karena kebutuhan data kependudukan oleh masyarakat kini mulai membaik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ende Lambertus Sigasare mengatakan, sebagai tindak lanjut kaum disabilitas yang difasilitasi oleh Keuskupan Agung Ende, melakukan audiens dengan Bupati terkait kepemilikan administrasi kependudukan. Sehingga Disdukcapil bekerja sama dengan Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Caritas Keuskupan Agung Ende untuk mendata kaum disabilitas.

“Mereka mengantar saudara saudara kita yang disabilitas untuk perekaman e-KTP dan Akte Kelahiran dan langsung kami tindak lanjut”, terangnya

Terkait pelayanan data kependudukan untuk kaum disabilitas, kurang lebih 29 orang yang terlayani. Untuk sekarang prioritas masih kaum disabilitas dengan model jemput bola untuk wilayah kelurahan dalam Kota. Karena kaum disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh data kependudukan.

“Secara khusus saya minta Bapak Bupati untuk membangkitkan semangat disabilitas bahwa mereka bukan kaum yang tidak diperhatikan ya, tapi mereka punya hak yang sama, tapi saya minta Pak Bupati untuk datang hadir menyerahkan secara langsung dan beliau setelah sholat jumad, beliau hadir untuk menyerahkan secara langsung”, tandasnya.

Pelayanan data kependudukan dengan model jemput bola dilakukan di Kelurahan Roworena, pelayanan yang dilakukan dua kali yakni Jumad dan Senin, hal ini karena antusias masyarakat yang tinggi sehingga diberlakukan dua kali.

Kedepan, Pihak Disdukcapil akan mengundang Lurah, Kecamatan dalam Kota untuk membantu dalam mendata warga yang belum memiliki data kependudukan, menginformasikan persyaratan, dan jadwal pelayanan mobil keliling. Sehingga pendekatan pelayanannya cepat.

Terkait pelayanan ditengah covid dirinya katakan, untuk sementara, pelayanan yang digunakan tanpa kursi, masyarakat datang menaruh berkas dan menulis nomor HP di map, kemudian nanti petugas yang akan menghubungi yang bersangkutan.

Sebagai upaya, ditengah penularan covid kian meningkat, selain penjagaan Pol PP, menggunakan nomor antrian, dan himbauan, ia mengajukan kepada Bupati melalui Satgas untuk mengadakan GeNoSe untuk deteksi covid.

“Supaya masyarakat yang datang sebelumnya kita bisa GeNoSe, mudah mudahan bisa terealisasi”, ujarnya

Melihat antusias masyarakat terkait urusan data kependudukan yang cukup tinggi, 4 – 5 kali lipat jumlah masyarakat, ia berharap agar masyarakat mengupdate sesuai dengan kebutuhan dalam persyaratan yang sudah dikeluarkan oleh Disdukcapil.

“saya tidak masalah karena, untuk kartu keluarga saya sudah menargetkan 50 – 60 jadi dalam satu hari, intinya persyaratan lengkap dan susuai nomor antrian” tandasnya.

Untuk mempermudah melengkapi persyaratan nanti akan dibagi rivet, didalamnya selain tulisan persyaratan untuk urusan beberapa item kependudukan, juga terdapat nomor pengaduan.

“Jadi mudah mudahan rivet ini kami sudah mulau bagi, dirivet sudah ada nomor layanan pengaduan dengan harapan, yang tidak paham oleh masyarakat dia bertanya, sehingga kami dengan senang hati merespon jawaban jawaban yang bisa kami sampaikan”tuturnya (AS)

Tinggalkan Balasan