DiponCyberEnde, Sejak maraknya covid 19 di Kabupaten Ende, tim gugus tugas tingkat Kecamatan Ndona mulai dibentuk pada 29/03/020, dan di SK kan oleh Bupati Ende pada 02/04/020.

Masing masing bidang dibagi tugas untuk melaksanakan 3 T, 5 M, termasuk sosisalisasi tentang bahaya Covid dan cara penanganannya. Rabu, 18/08/2021

Camat Ndona Yoris Demu mengatakan, selama ini kita sudah menjalankan kerja gugus tugas kecamatan dalam penanganan Covid 19 yaitu, melakukan swab, untuk memastikan warga yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Kami laksanakan swab dari minggu lalu, itu tujuan untuk pertama, memastikan warga yang tidak mengikuti prokes itu sehat atau tidak”, pukasnya.

Selain itu, pihaknya melakukan langkah strategi dengan membentuk relawan tingkat desa dan kelurahan, di duabelas (12) desa dan dua (2) kelurahan di wilayah Kecamatan Ndona yang di SK kan oleh Kepala Desa dan Lurah dan dikirim ke Bupati serta Kampung Tangguh penanganan covid 19 di Kelurahan Lokoboko yang dibentuk oleh TNI dan Polri.

“Bila ditemukan ada masyarakat yang tidak mengikuti prokes, itu nanti kita tahan, dan persenjatai mereka dengan memakai masker, itu tahun lalu”. tandasnya.

Terkait dukungan anggaran, dirinya mengakui kalau tahun lalu ada 24 juta rupiah untuk penanganan covi 19, sedangkan tahun ini anggarannya sudah diambil ke kabupaten. Sehingga, untuk penanganan covid di Kecamatan Ndona tentu memikirkan dengan dukungan finansial untuk isolasi terpusat.

“Sehingga, kesiapan kita dalam melakukan preventif dan kuratif bisa berjalan baik”, ujarnya

Ia juga menyampaikan, pihaknya akan siap gedung jika mau terpusat apabila di ijinkan. Hingga saat ini pihaknya tetap bangun komunikasi, ketika ada kontak erat, nakes puskesmas bisa bekerja dengan porsinya.

Terkait karantina terpusat di Desa, Kepala Desa Manulondo mengatakan, ini sudah hari ke enam pasien covid menjalankan isolasi terpusat, dan tidak ada masalah.

Dikatakannya, masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi memberikan dukungan untuk meningkatkan imun tubuh pasien serta menjaga psikologi pasien selama masa karantina.

“Masyarakat sangat antusias, karena mereka juga memberikan sumbangan berupa makanan, buah buahan, support dengan menghibur namun tetap berjaga jarak, agar psikologi pasien tidak terganggu”, ujarnya.

Untuk Desa Manulondo, saat ini ada lima (5) pasien, yang menjalankan karantina lima hari, satunya (1) sudah selesai masa karantina.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Ndona Maksimus Mari mengatakan, penanganan covid dengan pola isolasi terpusat di tingkat kabupaten, secara psikologis akan mempengaruhi tingkat kepercayaan dan ketakutan masyarakat yang terpapar itu sendiri.

Ia memisalkan, pasien yang positif covid 19, awalnya imun tubuh masih bisa bertahan, karena sugesti ketakutan isolasi terpusat akan menurunkan imun tubuh kalau ditempat isolasi terpusat tidak dilengkapi daya dobrak untuk tambah imun itu sendiri

Tambahnya, perlu ada koreksi secara bersama terkait persiapan isolasi terpusat oleh pemerintah daerah dalam hal ini gugus tugas kabupaten.

“Terkait pikiran pikiran kecamatan itu sangat baik, bahwa isolasi terpusat itu dari pihak kecamatan sebagaimana yang sudah digagas walaupun masih terkendala”, tandasnya

Mengenai dukungan anggaran, dikatakannya, perlu diikuti dengan dukungan baik dari penanganan secara umum di gugus tugas kabupaten untuk menunjang kerja gugus tugas kecamatan. (AS)

Tinggalkan Balasan