DiponCyberEnde, Pekerjaan hotmix sepanjang 1 (satu) kilometer, pada jalan propinsi NTT dengan ruas Pota – Waikelambu ( BTs) kabupaten, di kecamatan Elar kabupaten Manggarai Timur telah selesai dikerjakan oleh PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC, red,-) sesuai spesifikasi yang tertuang dalam dokumen kontrak. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PT. BCTC, Athur Suryadharma kepada media ini dikediamanya pada, Senin ( 27/09).

Kepada media, Athur yang saat itu didampingi oleh ayahnya, Heng Kosmas membantah jika ada pihak yang mengatakan bahwa pekerjaan hotmixnya tidak sesuai spesifikasi teknis. “Itu berita tidak benar, memang pekan lalu ada enam orang wartawan bertemu PPK, pak Ipu Dere menanyakan soal pekerjaan kami, tidak tahu mereka para wartawan itu dapat data dari mana, kami sendiri tidak tahu, tapi yang jelas, data yang mereka sampaikan itu sembarangan”, papar Heng Kosmas.

Menurut Heng Kosmas, sebelum melakukan pekerjaan pengaspalan (hotmix, red) pihaknya terlebih dahulu mengerjakan pekerjaan pembersihan pada bagian badan jalan, dikarenakan ruas jalan itu memiliki berbagai kondisi diantaranya berlumpur. Sehingga pada tahapan ini, lanjut Heng Kosmas, pihaknya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, dan memakan waktu cukup lama.

Selanjutnya, pekerjaan penghamparan material pondasi bawah (agregat A dan dan agregat B) yang kemudian diratakan dengan tandem roller. Hal ini perlu dilakukan secara sempurna guna menyempurnakan daya dukung beban juga sebagai bantalan terhadap lapis permukaan. Material terbaik yang digunakan menurut Heng Kosmas, untuk lapis pondasi / agregat, adalah campuran 60% batu pecahan dengan campuran 1 sampai dengan 5 cm, dan 30 % lagi campuran abu batu atau pasir.

Pihaknya melakukan pekerjaan pemadatan jalan ( Agregat A dan B ) menggunakan alat pemadatan atau alat tandem roller. “Jadi sebelum di hotmix, ketebalan agregat kita itu, telah di kor oleh Dinas PUPR Propinsi NTT, dan konsultan pengawas, dan di uji dilaboratorium“, tandasnya.

Heng Kosmas menegaskan, setelah pondasi dibuat dan kuat ( lapisan agregat A dan B ), maka pihaknya baru mulai memproses pekerjaan pengaspalan jalan, dengan hotmix menggunakan material yang sesuai dalam dokumen kontrak.
“Jadi sekali tidak benar kalau kita tidak menggunakan agregat baik agregat A maupun agregat B“, paparnya.

Tambah Heng Kosmas, jarak tempuh dari lokasi produksi AMP yaitu di Maunura kecamatan Nangaroro kabupaten Nagekeo ke lokasi pekerjaan di Buntal kecamatan Elar kabupaten Manggarai Timur hanya memakan waktu sekitar 4-5 jam. Sehingga suhu hotmixnya masih standar.

“Kita muat hotmix itu, starnya pukul 0.2.00 dini hari, dan tiba di lokasi itu sekitar pukul 06.00 pagi. Proses produksi dan mobilisasi dilakukan malam hari, untuk menghindari antrian pekerjaan pelebaran dan hotmix yang dilakukan oleh PT. Novita Karya Taga, ruas Nangaroro- Maunori- Raja ( paket APBN )”, paparnya.

Sambil membetulkan posisi duduknya, dengan tidak menyebut nama, Heng Kosmas mengakui bahwa akhir-akhir ini, ada pihak-pihak yang sengaja mencari-cari kelemahan bahkan kesalahan perusahaan yang telah dipimpin putra sulungnya tersebut. Namun, sebagai orang yang beriman, dirinya tetap mendoakan dan memaafkan jika para pihak yang memiliki rasa tidak suka dengan keberadaan usahanya itu.

“Saya sudah tahu, siapa dibalik ini semua, bahkan orang ini dalam satu hari bisa empat bahkan lima kali mengambil foto dan gambar AMP milik PT. BCTC, untuk apa tujuannya, kami sendiri serahkan kepada Yang Maha Kuasa“, paparnya.

Yang lebih memalukan lagi, menurut Heng Kosmas, mahkluk yang satu ini sempat mengajak salah satu kaum klerus untuk sama-sama ke lokasi AMP dan meminta pastor, untuk bisa menghasut umat untuk demontrasi, menolak keberadaan usaha berupa AMP. Namun, permintaan dari seorang makluk itu sama sekali tidak tanggapi.

“saya selalu berdoa dan sudah mengampuninya, karena dari kecil, saya sudah dididik untuk saling mengasihi, saling menghargai orang lain“, tandas Heng Kosmas sambil tertawa lepas. Jalan yang sering kita lalui kata Heng Kosmas, tentunya harus dengan nyaman baik itu jalan kecil, ataupun jalan besar, seperti jalan raya yang telah selesai dikerjakan tersebut.

Hal itu tentu memiliki proses panjang dalam pembangunannya. Pada proses pengaspalan jalan, sudah tentu sangat membutuhkan perencanaan yang matang, dalam membangun sebuah jalan raya yang baik, dan berkualitas untuk penggunanya. “jadi soal kualitas, kita tidak akan main-main” paparnya ( tim)

Tinggalkan Balasan