DiponCyber Elar, Pemerintahan Desa Gololijun Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur, memastikan bahwa berita tentang kondisi jalan propinsi ruas Pota –Waikelambu setelah dikerjakan oleh PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC), tidak sesuai spesifikasi teknis adalah berita yang tidak benar dan mengada-ada. Hal tersebut disampaikan Sampianus Sampang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD, red,-) Desa Gololijun Kecamatan Elar, saat ditemui media ini pada Jumad 01/10/2021) di Gololijun.

“Informasi bahwa hasil pekerjaan hotmix oleh PT. BCTC tidak sesuai spesifikasi dan amblas itu, sama sekali tidak benar“, paparnya. Atas nama masyarakat, Sampianus Sampang mengucapkan rasa syukur karena ruas jalan Pota – Waikelambu telah dihotmix setelah belasan tahun mereka menanti.

Penantian panjang warga, kata Sampang, akhirnya terwujud di masa kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi NTT. Kini di ruas/sepanjang jalan tersebut, anak-anak desa Gololijun, bisa dengan leluasa bermain sepeda, berpergian tanpa harus merasa khawatir jatuh ataupun terantuk kerikil maupun terjerembab lubang. Bahkan sebagian warga, bisa duduk lesehan di tengah jalan tanpa takut debu dan becek.

“Sudah 20 – an tahun penantian kami warga disini, sejak dibuat jalan dari pengembang, baru kali ini bisa merasakan jalan di hotmix oleh PT. BCTC. Kami bersyukur kepada Allah dan menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT dan juga pihak rekanan yang telah sukses menyelesaikan pekerjaan proyek ini”, paparnya

Menurut Ketua BPD, Sampang, diawal pekerjaan hotmix memang ada sebagian warga mengeluh soal kondisi aspal yang retak dan amblas. Namun beberapa hari setelah itu, ( hamparan itu, red,-) kondisi jalannya terutama hotmixnya menjadi kuat dan padat sehingga tidak ada lagi kerekatan ataupun amblas seperti yang perna diberitakan itu.

“Memang, awalnya ketika rekanan baru menghampar, aspalnya masih basah dan lembek. Sehingga mudah pecah dan retak, kita akhirnya menjelaskan hal itu kepada warga, bahwa ini karena hotmixnya masih basah atau belum kering, namun saat ini kondisinya cukup bagus, dan warga sangat puas“, paparnya.

Menurut Sampang, pemberitaan dibeberapa media lokal tersebut sama sekali tidak benar, karena sampai saat ini kondisi jalan yang dikerjakan oleh PT. Bina CitraTeknik Cahaya ( BTCT, red,-), tidak ada kerusakan.

“Kalau kondisi jalannya masih sangat bagus, tidak ada kerusakan ataupun keretakan“ paparnya. Hal senada diungkapkan oleh Ahmad Kimang, warga Marulante Desa Gololijun Kecamatan Elar mengaku, sebelum ruas jalan Pota – Waikelambu diperbaiki atau dihotmix oleh PT. BCTC, di saat hujan turun jalan menjadi becek karena genangan air, dan disaat kemarau banyak debu apalagi jika tertiup angin.

“Marulante ini posisinya paling ujung. Sehingga jika musim hujan tiba jalannya menjadi sangat becek dan ketika musim panas/kemarau, kami mandi debu pak“ kata dia. Ahmad Kimang bersyukur karena ruas jalan propinsi yang menghubungkan antar kabupaten ini, kini terlihat rapi dan nyaman untuk di lalui, setelah menanti sekian lama berharap perbaikkan dari pemerintah, dan akhirnya bisa terealisasi setelah belasan tahun tidak tersentuh pemeliharaan atau perbaikkan.

“Makanya, kami sangat berterimakasih kepada pemprov NTT melalui Dinas PUPR yang merespon, memperbaiki jalan kami ini. Sejak kecil, kami tinggal disini, tidak pernah sekali diperbaiki , tidak semuanya seperti sekarang ini” kata Kimang. Dirinya berharap setelah ada perbaikkan jalan melalui hotmix ini, kedepan, pemerintah propinsi NTT bisa secara rutin melakukan pemeliharaan atau perbaikkan agar bisa bertahan lama.

Selain itu, ia juga berharap kepada warga setempat agar bisa memelihara dan menjaga kondisi jalan agar tetap baik, salah satunya, memelihara saluran air atau got jangan sampai airnya meluap ke jalan. “Pemerintah sudah merespon usulan warga disini, sehingga jalan ini bisa di hotmix. Tinggal warga di sini yang harus merawat dan menjaganya dengan baik, terutama memelihara saluran air agar tetap lancar, dan tidak meluap airnya ke jalan”, kata Kimang

Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya, Artur Suryadarma, membantah jika ada pihak yang mengatakan bahwa hasil pekerjaan hotmix oleh perusahaannya tipis, dan jika dikorek menggunakan jari tangan di pinggir / bibir aspal langsung lepas. “Bahwa aspal di pinggir dikorek langsung lepas tdk benar, kalau waktu hampar pertama masih panas, yang pasti jelas terlepas ka… ada beberapa belas titik pecah pecah, tidak benar… bahwa agregat A dan A tidak digunakan itu tidak benar… bahwa material pasir kali langsung digunakan sebagai agregat tidak benar, tapi itu untuk leveling badan jalan yang berlubang dan bergelombang“, paparnya melalui pesan Whatsapp

Aspal hotmix menurut Artur, merupakan perpaduan antara agregat halus, kasar dan filler dengan ketentuan suhu temperature yang tinggi serta dengan stuktur yang telah diatur sesuai spesifikasi teknis. “Jadi sama sekali tidak benar, jika ada mengatakan bahwa kami bekerja tidak sesuai spesifikasi“ paparnya.

Artur optimis akan selalu memberi kepuasan kepada masyarakat melalui kerja berkualitas. Pihaknya menjamin penyediaan material lokal, non lokal serta personil lapangan yang sudah siap kerja. Baginya, untuk menangani paket pekerjaan jalan berhotmix, intinya minimal perusahaan harus memiliki peralatan misalkan AMP karena produk akhir pekerjaan jalan ini adalah hotmix, berkualitas dan bermutu. “Untuk itu, kami sangat siap. Baik Peralatannya, bahan ( lokal dan non lokal ), juga personilnya, perusahaan ini memiliki satu unit AMP di Maunura Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo yang sudah ready dan sedang jalan”, tuturnya.

PT. Bina Citra Teknik Cahaya pada tahun anggaran ( TA) 2020 telah selesai menangani paket peningkatan Jalan Pota –Waiklambu (Bts Kab.) Manggarai Timur dengan nomor/tanggal kontrak : PUPR.BM.05.01/602/194/X/2020, tanggal 27 Oktober 2020, dengan nilai kontraknya Rp. 6.650.000.000,- . Ruas Jalan Pota –Waiklambu (Bts Kab.) Manggarai Timur ini nampak bagus dan mulus. Warga mengaku gembira karena dengan akses jalan yang lancar, akan mendatangkan perekonomian yang baik bagi warga nantinya. Warga juga meminta agar bisa bersama-sama menjaga dan mengawasi pembangunan aspal yang baru selesai dikerjakan oleh PT. BCTC ini. ( Tim)

Tinggalkan Balasan