DiponCyberElar, Melalui pesan singkat via whatsapp, dari Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BTCT), Artur Suryadarma, yang diterima tim media diponcyber.com, Terkait dengan fisik pengerjaan ruas jalan Pota – Waikelambu yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Direktur PT. BCTC Artur Suryadarma mengatakan, fisik ruas jalan Pota – Waikelambu dengan tebal Hotmix yang bervasiasi, berukuran 2 – 3 cm seperti yang diberitakan di media beberapa waktu lalu, itu sangat tidak benar. Realita di lapangan dari hasil Core Drill, tebal Hotmix dari seluruh sampel lebih dari 3,5 cm (bervariasi 4 – 5 cm), sedangkan tebal rencana Hotmix hanya 3,5 cm.

Artur katakan, Soal kualitas hotmix, ada pihak yang mengatakan kualitas Hotmix jelek, karena menggunakan sedikit abu batu pecah. Sementara, lapisan Hotmix untuk Paket Pota Waikelambu adalah Lapisan HRS-Base, dengan komposisi terdiri dari campuran Batu Pecah ¾”, Batu Pecah ½”, Abu Batu, Pasir Alam dan Filler (Semen). Besaran komposisi tersebut diperoleh dari Uji Laboratorium, yang menjadi acuan untuk produksi Hotmix.

“Jadi kalau dibilang kita mengganti abu batu dengan pasir, itu tidak benar. Ini merupakan lapisan permukaan, jadi kalau campurnya asal-asalan tidak mengikuti spesifikasi yang ditentukan, saya jamin kualitas Hotmixnya pasti akan jelek”, ujarnya. Proses tersebut diawasi ketat oleh Konsultan Pengawas dan Tim dari PU.

“Buktinya sekarang, hasil Hotmix kami masih mulus”, tegasnya.

Mengenai pondasi badan jalan yang tidak menggunakan Agregat A dan B, itu tidak benar. Agregat A dan B merupakan

Beberapa hal yang perlu diklarifikasi terkait berita – berita di media yang tidak sesuai realita pekerjaan di lapangan:

Terkait tebal Hotmix yang bervasiasi hanya 2 – 3 cm seperti yang diberitakan di beberapa media beberapa waktu lalu, itu sangat tidak benar. Realita di lapangan dari hasil Core Drill, tebal Hotmix dari seluruh sampel lebih dari 3,5 cm (bervariasi 4 – 5 cm), sedangkan tebal rencana Hotmix hanya 3,5 cm.

Ada yang mengatakan juga bahwa kualitas Hotmix kami jelek karena menggunakan sedikit abu batu pecah. Lapisan Hotmix untuk Paket Pota Waiklambu adalah Lapisan HRS-Base yang komposisinya terdiri dari campuran Batu Pecah ¾”, Batu Pecah ½”, Abu Batu, Pasir Alam dan Filler (Semen). Besaran komposisi ini diperoleh dari Uji Laboratorium. Uji Lab ini yang menjadi acuan kita untuk produksi Hotmix. Jadi kalau dibilang kita mengganti abu batu dengan pasir itu tidak benar. Ini merupakan lapisan permukaan, jadi kalau campurnya asal-asalan tidak mengikuti spesifikasi yang ditentukan saya jamin kualitas Hotmixnya pasti akan jelek. Semua proses ini diawasi ketat oleh Konsultan Pengawas dan Tim dari PU. Buktinya sekarang hasil Hotmix kami masih mulus.

Mengenai pondasi badan jalan yang tidak menggunakan Agregat A dan B, Artur katakan, itu juga tidak benar. Artur menjelaskan, agregat A dan B merupakan Lapis Pondasi yang digunakan sebagai penopang Hotmix, jadi kalau tidak pakai Lapis Pondasi, hotmix pasti akan mudah amblas jika dilalui kendaraan terus menerus.

“Kami kerja diawasi oleh Konsultan Pengawas dan Tim Direksi dari PU, semua prosedur kami ikuti dari pengujian material di Lab, Sandcone Agregat hingga Core Aspal”, terangnya.

Tinggalkan Balasan