DiponCyberEnde, Selama masa pandemi covid 19, banyak pelaku usaha merasa cemas dan ketakutan, akan hal buruk mungkin siap menimpa.

Pasalnya, penyebaran virus covid 19 kian merajalela, hingga muncul kekhawatiran para pemangku kebijakan yang diwujudkan dalam pemberlakuan PPKM.

PPKM diberlakukan, tujuan untuk menekan penularan dan penyebaran covid 19, namun, berdampak buruk bagi pelaku usaha kios ataupun pebisnis besar.

Salah seorang pedagang usaha perkiosan, Agnes Bunga (Agga), alamat di jalan R. W. monginsidi – Bhoanawa, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan mengatakan, modal awal yang dikumpulkan dirinya, untuk membelanjakan barang kios dimulai dengan Rp. 5. 000. 000,. Rabu, 03/10/2021

Usaha perkiosana milik Agga, sudah berjalan tiga (3) tahunan. Ditengah usahanya, ia merasa yakin, kiosnya tidak sepih dari pengunjung yang akan belanja ditempatnya.

Agga bertahan dengan usaha kios, hingga memperoleh hasil dalam perhari sebesar Rp. 250. 000. Pendapatan itu, diperolehnya sebelum masa pandemi covid 19.

Namun, nasib malang mulai membayangi Agga, dimana, keuntungan yang biasa diterimanya Rp. 250. 000, kini menurun drastis. Agga tidak bisa berbuat apa apa, ia terima saja keadaan saat ini, dengan keuntungan perhari yang didapatnya Rp. 50. 000,.

Keuntungan dari usaha Kios di tempat Agga, awalnya banyak dikunjungi warga, untuk membelanjakan barang sembako dan snack ringan anak anak. Sehingga dirinya tetap semangat dan berjuang bertahan hidup.

Sejak covid masuk ke Ende, usaha kiosnya mulai sepih dari pengunjung, yang mau datang belanja ditempat usahanya tersebut.

Semenjak pandemi, pelanggannya juga jarang membelanjakan barang sembako ditempat usaha kios milik Agga. Kondisi ini, tidak membuat Agga berputus asa, dirinya tetap membuka kios walau ditengah pandemi.

Agga berharap, wabah Covid 19 segera berakhir, agar usaha kiosnya kembali membaik dan ekonomi masyarakat lainnya juga kembali stabil. (Maria Anjelina Ere)

Tinggalkan Balasan