DiponCyber, Ende – Kasus dugaan pengancaman yang telah dilaporkan ke pihak penegak hukum, terhadap salah satu Tokoh Adat/Mosalaki atas nama Saverius Rengga, kini Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (KEJARI) Ende, guna meminta pihak Kejari Ende dalam memproses kasus tersebut, untuk lebih mendalami kejadian yang sebenarnya, karena dalam kasus tindak pidana dugaan pengancaman yang terjadi, pihak yang melapor lebih dulu mendatangi tempat kejadian dengan beberapa diantaranya membawa barang tajam, yang dipimpin oleh inisial “SS”, dan mengganggu pihak Saverius Rengga pada saat itu untuk melakukan acara adat peletakan batu pertama, kegiatan kerja pondasi untuk pembangunan rumah dilokasi Aenilu, Dusun Detunawu, Desa Nggesa Biri, Kecamatan Detukeli.

Merasa tidak puas dengan laporan kasus tindak pidana dugaan pengancaman, Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda mendatangi kantor KEJARI Ende dengan membawakan pernyataan sikap, “Mohon Perlindungan Kejaksaan Negeri Ende Terhadap Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda” dan melakukan audiens langsung dengan pihak Kejaksaan guna menyampaikan kejadian yang sesungguhnya. Kamis, 25/08/2022

Berikut bunyi pernyataan sikap, yang disampaikan oleh Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda terhadap Kejaksaan Negeri Ende, dan ditandangani oleh kedua Tokoh Adat Mbotuda yaitu, Marselinus Lae dan Antonius Jaba Dale.

Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda merupakan peninggalan leluhur secara turun temurun sejak dulu kala hingga saat ini. Persekutuan Adat Mbotuda mempunyai struktur adat, wilayah adat, serta ritual adat yang sudah dijalankan secara turun temurun pula. Salah satu ritual ada yang dilaksanakan adalah menggali tanah untuk membuat peletakan batu guna pembangunan pondasi rumah. Dalam menjalankan ritual adat ini, suasan yang tercipta harus dengan keyakinan teguh bahwa kegiatan ini didukung oleh leluhur serta alam lingkungan (dalam bahasa lio ‘tanah watu’)

Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 04 September 2021 di rumah Bapak Beatus Arnoldus Yansen, di lokasi Aenilu, Dusun Detunawu, Desa Nggesa Biri merupakan ritual adat yang diyakini dan dilaksanakan oleh Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda. Untuk itu kegiatan ini wajib hukumnya bagi Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda dan siapapun yang melintasi dan meleati wilayah Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda untuk menghargai dan menghormati serta patuh, untuk tidak boleh mengganggu atau merusak.

Jika dalam menjalankan ritual adat tersebut ada gangguan atau hambatan maka pemangku adat Persekutuan masyarakat Adat Mbotuda, Mosalaki/tokoh adat dalam hal ini Saverius Rengga pasti akan mendapat ganjaran dari leluhur dan alam sekitarnya (tanah watu). Tentang kejadian pada tanggal 04 September 2021 dimana secara tiba tiba, kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Setu Sambi pemangku adat Persekutuan Masyarakat Adat Tebegai dengan beberapa orang yang dikenal yaitu, Lukas Ndoki, Frederikus Doga, Herman Ria, Viktoria, Nikolaus Demi, Karolus, dll, dan datang mengggunakan kendaraan motor (roda dua) dengan sebagiannya membawa senjata tajam, serta teriakan teriakan embuat mosalaki dan Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda ketika itu ada yang panik dan lari berhamburan serta ada yang berteriak minta tolong kepada Mosalaki Saverius Rengga karena gerombolan yang datang membawa senjata tajam dan itu merupakan suatu bentuk pelecehan yang hendak merongrong martabat dan harga diri Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda.

Namun dalam proses hukum akhirnya menghantarkan Bapak Mosalaki/Tokoh Adat Mbotuda Saverius Rengga sebagai tersangka pelaku dugaan tindak pidana pengancaman.

Menyikapi hal ini, kami yang juga Mosalaki Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda lainnya menyatakan sikap:

  1. Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda merupakan Persekutuan Masyarakat Adat yang berdiri sendiri sejak jaman leluhur dulu kala hingga saat ini
  2. Memprotes keras terhadap Setu Sambi dan masyarakat Tebegai dan kawan kawan atas kedatangannya yang telah mengganggu sehingga merusakan suasana batin dan juga suasan prosesi ritual adat pada tangal 04 September 2021.
    Catatan; untuk hal ini, mohon proses hokum dari pihak Kejaksaan Negeri Ende teradap Setu Sambi dan kawan kawan
  3. Meminta pihak Kejaksaan Negeri Ende untuk menghentikan proses hokum terhadap Mosalaki kami saudara Saverius Rengga atas dugaan melakukan tindak pidana pengancaman
  4. Kejadian sesungguhnya adalah, upaya dari Setu Sambi dan kawan kawan untuk merampas wilayah Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda dan hendak menghilangkan ritual adat Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda yang telah diwariskan oleh leluhur hingga saat ini.
  5. Meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Ende untuk secara serius memberikan perlindungan kepada semua Perseutuan Masyarakat Adat di wilayah Kabupaten Ende termasuk Mbotuda
  6. Memohon pihak Kejaksaan Negeri Ende untuk menyatakan bahwa kehidupan masyarakat adat Mbotuda adalah hak asasi manusia yang harus dihormati
  7. Meminta pihak Kejaksaan Negeri Ende untuk menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Setu Sambi dan kawan kawan telah melecehkan dan menodai prosesi adat Persekutuan Masyarakat Adat Mbotuda.

Demikian penyataan sikap ini dibuat, kami mohon Kejaksaan Negeri Ende dapat mengindahkannya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.