Ilusi Pengetahuan dan Kerapuhan Logika Mesin
Model bahasa besar kerap memukau pengguna lewat susunan kalimat yang tertata rapi, retorika meyakinkan, dan kesopanan semu. Di balik kefasihan linguistik tersebut, sistem kecerdasan buatan sesungguhnya tidak memiliki pemahaman semantik atau representasi dunia nyata. Artikel ini membedah bagaimana mekanisme inferensi probabilistik memicu fenomena halusinasi, kerapuhan logika terbalik, dan ilusi keyakinan tanpa keraguan internal. Pembahasan ini mengajak para praktisi dan akademisi informatika melihat batas komputasi statistik secara jernih, membedakan kefasihan sintaksis dari penalaran logika murni, serta menyikapi ketergantungan operasional pada kecerdasan buatan dengan disiplin verifikasi yang ketat.