Mengapa AI Lebih Cepat Memprediksi Cuaca Global
Model prakiraan cuaca berbasis kecerdasan buatan mengubah cara atmosfer dihitung. GraphCast menggunakan Graph Neural Networks untuk merepresentasikan bumi sebagai graf ikosahedral, lalu mempelajari perubahan tekanan, suhu, kelembapan, dan angin dari data reanalisis ERA5 selama 40 tahun. Setelah pelatihan selesai, model dapat menyusun prakiraan global 10 hari dalam waktu kurang dari satu menit pada satu akselerator AI. Keunggulan ini bukan tanda bahwa hukum fisika sudah usang. GraphCast justru bergantung pada data yang dibentuk oleh pengamatan, asimilasi, dan model numerik. Artikel ini membahas mekanisme graf atmosfer, alasan komputasinya jauh lebih ringan, manfaatnya bagi peringatan bencana, serta keterbatasan yang membuat model AI dan Numerical Weather Prediction lebih masuk akal dipadukan daripada dipertentangkan.